Rumah Sakit (RS) Juwita mengungkap perkembangan kondisi empat korban kecelakaan truk molen yang terguling di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.
Ada empat korban yang menjalani perawatan, yakni satu orang dewasa muda, dan tiga pasien anak. Dua pasien anak berusia tiga dan tujuh tahun yang sebelumnya mengalami luka-luka telah menunjukkan perkembangan pemulihan yang positif.
Direktur Utama RS Juwita, dr. Slamet Effendy, mengatakan keempat korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah tiba di rumah sakit usai kecelakaan. Seluruhnya menjalani pemeriksaan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengetahui kondisi dan tingkat keparahan cedera.
“Kami langsung menangani keempat korban di IGD. Kami melakukan asesmen dan pemeriksaan. Karena korban kecelakaan berpotensi mengalami benturan, terutama di bagian kepala, kami juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Slamet dikutip Bekasiguide.com, Selasa 3 November 2026.
Dia menjelaskan, salah satu korban menjalani pemeriksaan CT scan kepala. Setelah itu, masing-masing pasien dikonsultasikan kepada dokter spesialis sesuai kondisi medisnya, termasuk dokter spesialis saraf dan ortopedi.
Menurutnya, hingga saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Bahkan, salah satu korban telah menjalani tindakan medis. Secara umum, kondisi keempat pasien dilaporkan dalam keadaan baik.
“Alhamdulillah, sampai sekarang keempat-empatnya sudah tertangani. Kemarin salah satu korban juga sudah kami lakukan tindakan. Saat ini kondisi keempatnya dalam keadaan baik,” ujarnya.
Slamet menambahkan, perkembangan paling positif terlihat pada dua pasien anak. Keduanya kini sudah bisa berjalan, turun dari tempat tidur, bahkan melakukan aktivitas ringan seperti bermain handphone.
Meski demikian, pasien ibu masih membutuhkan observasi lebih lanjut. Sementara itu, kondisi satu pasien dewasa muda juga masih dipantau oleh dokter yang menangani.
“Kalau dua anak sudah bagus sekali kondisinya. Sudah bisa berjalan, turun dari tempat tidur, bahkan bermain handphone,” jelasnya.
Sementara mengenai waktu kepulangan, pihak rumah sakit masih menunggu keputusan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) masing-masing pasien berdasarkan perkembangan kondisi dan indikasi medis.
“Untuk indikasi pulang, semuanya merupakan keputusan dokter yang merawat. Kami dari rumah sakit memfasilitasi proses penanganannya,” tutupnya.
