Anggota DPRD Kota Bekasi, Ii Marlina, mendesak pemerintah memperketat pengawasan kendaraan berat menyusul kecelakaan maut yang melibatkan truk molen di halte depan Kampus BSI, Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi. Kecelakaan tersebut kembali menambah duka, terlebih insiden serupa yang melibatkan kendaraan besar sebelumnya juga pernah terjadi di ruas jalan yang sama, meski di lokasi berbeda.
Ii Marlina menilai, rentetan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Jalan Cut Meutia harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar keselamatan pengguna jalan tidak terus terancam oleh operasional kendaraan berat.
“Setiap korban jiwa ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, anak-anak yang kehilangan orang tua, serta keluarga yang mungkin kehilangan sumber utama penghidupannya,” ujar Ii Marlina dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.
Bendahara Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi itu menegaskan, penanganan pascakecelakaan tidak cukup hanya berfokus pada evaluasi teknis. Pemerintah juga perlu memastikan keluarga korban memperoleh perlindungan dan pendampingan, baik dari sisi sosial, psikologis maupun ekonomi.
Ia turut menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap operasional truk berat dan kendaraan bersumbu banyak, terutama di jalur dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Pengawasan tersebut, menurutnya, harus mencakup kelayakan kendaraan melalui uji KIR, kompetensi dan kesehatan pengemudi, serta kepatuhan terhadap aturan operasional. Pengaturan jalur dan pembatasan jam melintas kendaraan berat juga perlu dievaluasi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Pengawasan terhadap kendaraan berat harus diperketat, mulai dari kelayakan kendaraan, kompetensi pengemudi, kepatuhan terhadap aturan operasional, hingga pengaturan jalur dan waktu melintas,” tegasnya.
Ii Marlina meminta Dinas Perhubungan, kepolisian, serta perusahaan pemilik kendaraan berat mengambil langkah konkret dan memperkuat koordinasi. Menurutnya, kecelakaan yang kembali terjadi di Jalan Cut Meutia menjadi peringatan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara serius, bukan sekadar setelah jatuhnya korban jiwa.
“Jangan sampai keselamatan warga terus dikorbankan oleh kelalaian yang seharusnya bisa dicegah,” pungkasnya.
