Politik

Reses III di RW 30 Pejuang, Sardi Efendi Ajak Warga Susun Perencanaan 2028

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi melaksanakan jaring aspirasi Reses III di RW 30 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Sabtu 10 Oktober 2026 malam. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum RW Kelurahan Pejuang Basri Fernandes, para ketua RW, ketua RT, dan warga setempat.

Sardi mengungkapkan DPRD baru saja mengesahkan APBD Perubahan 2026 di tengah kondisi keuangan daerah yang tertekan akibat pemotongan dana transfer.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Jadi yang pertama, DPRD hari ini baru menyelesaikan atau mengesahkan APBD Perubahan 2026,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 10 Oktober 2026 malam.

Ia menjelaskan pendapatan daerah berkurang lebih dari Rp400 miliar setelah adanya pemotongan dari Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Dampaknya, tidak ada belanja tambahan pada APBD Perubahan tahun ini.

“Artinya hari ini, APBD yang disampaikan kepada Bapak Ibu memang tidak ada, karena tidak ada uangnya. Jadi tahun ini tidak ada anggaran belanja tambahan,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi karena pendapatan tidak memungkinkan sementara belanja terus berjalan. Meski demikian, ia menyebut Kota Bekasi masih mampu melaksanakan pembangunan fisik secara bertahap.

Untuk APBD murni 2027, Sardi menyebut angka yang tengah dibahas sebesar Rp7,6 triliun, dengan komposisi pendapatan asli daerah dan transfer sekitar Rp6,6 triliun. Ia mencatat dana transfer masih mengalami pemotongan hingga Rp198 miliar.

“Kota Bekasi ini kemandiriannya masih kuat, sehingga masih bisa membangun secara fisik. Bisa aspal, masih ada,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia menekankan bahwa reses merupakan bagian dari mekanisme perencanaan penganggaran yang setara dengan Musrenbang dan Renja OPD. Hasilnya akan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD yang dirangkum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Kalau reses disebut hasil reses atau pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan PP 18 tahun 2014. Nah ketiga-tiganya ini menjadi rencana kerja pemerintah daerah,” katanya.

Sardi mengarahkan perencanaan tahun ini untuk pelaksanaan 2028. Ia meminta warga RW 30 mendata jalan lingkungan yang masih rusak agar bisa masuk skala prioritas pemeliharaan. Ia juga menyinggung pengaspalan di RW 30 yang sudah dilakukan empat kali.

Terkait wilayah Pejuang, ia menyebut Jalan THB menjadi prioritas dengan anggaran awal Rp4 miliar dari total kebutuhan Rp25 miliar yang akan dikerjakan bertahap. Kemudian Jalan Pejuang Jaya akan dilakukan penataan saluran dan pembangunan jembatan menuju sekolah.

“Jalan THB ini yang akan menjadi prioritas dan sudah masuk di perencanaan dan pagu anggarannya 4 miliar. Tapi kebutuhannya 25 miliar, ini secara bertahap akan dirapikan,” katanya.

Di luar infrastruktur, Sardi juga memaparkan investasi pengolahan sampah menjadi energi listrik senilai Rp3 triliun dari investor China melalui Danantara. Proyek tersebut ditargetkan menghasilkan 36 MW, dengan 17 MW untuk pasokan Kota Bekasi.

“Makin banyak sampah makin bagus ke depan. Karena perusahaan ini akan membakar sampah itu jadi uap, uapnya itu menjadi energi listrik,” ucapnya.

Ia berharap reses tersebut menghasilkan perencanaan yang matang dan dapat langsung dirasakan warga, terutama untuk perbaikan jalan lingkungan yang masih berlubang.

“Kalau tadi ada Pak RT nyampaikan masih ada jalan yang berlubang, nanti kapan-kapan kita lihat Pak Basrius, itu menjadi prioritas,” pungkasnya.

Penulis: TonEditor: Bams
Exit mobile version