Jelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 April, kepolisian menetapkan status Siaga 1 di seluruh jajaran Polda Metro Jaya. Pengamanan diperketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta pergerakan massa menuju Jakarta.
Plh. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, mengatakan status Siaga 1 tidak hanya berlaku di wilayah Kabupaten Bekasi, tetapi mencakup seluruh jajaran Polda Metro Jaya.
“Jadi, kita bukan hanya Kabupaten Bekasi, ya. Seluruh jajaran Polda Metro Jaya saat ini Siaga 1,” ujar Ikhlas dikutip Bekasiguide.com, Rabu 26 Agustus 2026.
Sebagai langkah antisipasi, polisi menempatkan personel di sejumlah pintu masuk wilayah dan terminal. Petugas akan melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap orang-orang yang dicurigai.
“Di pintu-pintu masuk, di terminal, kita standby-kan anggota untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai,” katanya.
Menurut Ikhlas, pemeriksaan dilakukan secara selektif dan berdasarkan prioritas, termasuk terhadap orang dari luar daerah Jakarta maupun Bekasi yang masuk ke wilayah tersebut.
Polisi juga mengantisipasi adanya pihak yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan kerusuhan maupun mengajak massa bergerak menuju Jakarta.
“Sementara semuanya terpusat di Jakarta. Kami hanya memantau untuk mengantisipasi agar tidak ada orang-orang yang memprovokasi untuk mengajak ke Jakarta,” ucapnya.
Selain pengamanan di lapangan, polisi tengah melacak pihak yang diduga menyebarkan ujaran dan ajakan untuk melakukan kerusuhan melalui media sosial.
Ikhlas mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah Bekasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, warga Kota Bekasi, warga Kabupaten Bekasi, mari kita jaga rumah kita. Jangan mau dirusak oleh orang-orang dari luar yang ingin wilayah kita ini rusuh,” ujarnya.
