Peristiwa

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Produksi Tembakau Sintetis, Tiga Tersangka Diamankan 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan pengungkapan kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya di Mapolres Metro Bekasi Kota. Sejumlah barang bukti, termasuk tembakau sintetis dan 35.117 butir obat keras, turut diperlihatkan dalam pengungkapan tersebut. Foto: Salma/Bekasiguide

Polres Metro Bekasi Kota membongkar dua kasus produksi ilegal narkotika golongan I jenis tembakau sintetis di wilayah Pondok Gede Kota Bekasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam produksi hingga peredaran barang terlarang tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Ariyana, mengatakan pengungkapan dilakukan dalam dua rangkaian kasus pada 1 Agustus 2026 dan 6 Agustus 2026.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Dalam satu rangkaian peristiwa ada dua pengungkapan produksi ilegal, masing-masing di tanggal 1 Agustus 2026 dan tanggal 6 Agustus 2026. TKP-nya di antaranya ada di Pondok Gede dan hasil pengembangannya ada di Tambun Selatan,” kata Putu dikutip Bekasiguide.com, Rabu 12 Agustus 2026.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menemukan tiga tersangka dengan peran berbeda. Mereka diduga terdiri dari penyedia modal, penampung rekening, serta pelaku yang mengolah bahan baku tembakau sintetis hingga siap dijual.

Menurut Kapolres, para pelaku dapat memperoleh keuntungan sekitar Rp5 juta dalam satu rangkaian produksi hingga transaksi.

“Dalam satu transaksi, dalam satu kali rangkaian produksi sampai dengan transaksi keuntungan yang bisa didapat mencapai sekitar Rp5 juta,” ujarnya.

Polisi menduga sindikat tersebut telah melakukan produksi sebanyak tiga kali selama periode Juli hingga Agustus 2026. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya tembakau sintetis, cairan alkohol, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk proses produksi. Peralatan tersebut meliputi gelas ukur, timbangan, alat suntik, spray, alat pengaduk, baskom, hingga kloroform.

Putu Kholis mengatakan para tersangka dijerat pasal berlapis karena perkara tersebut tidak hanya berkaitan dengan peredaran gelap narkotika, tetapi juga produksi ilegal.

“Adapun pasal yang kami kenakan karena ini tidak hanya meliputi peredaran gelap namun juga produksi ilegalnya, kami terapkan pasal berlapis,” katanya.

Para tersangka dikenakan Pasal 113, Pasal 114, dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 609 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal yang dapat dikenakan mencapai 20 tahun penjara.

Pengungkapan produksi tembakau sintetis ini menjadi bagian dari upaya Polres Metro Bekasi Kota memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah hukum Kota Bekasi.

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version