Maraknya aksi begal di sejumlah wilayah Kota Bekasi membuat masyarakat dihantui rasa takut saat beraktivitas, terutama pada malam hari. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Metro Bekasi Kota menyatakan siap memberikan pengawalan kepada warga yang merasa terancam atau tidak aman saat melintas di jalur yang dianggap rawan kejahatan.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, upaya pencegahan tindak kriminal tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan.
“Kunci utama adalah dari kita sendiri, masyarakat, bagaimana kita meningkatkan kegiatan pengamanan di lingkungan kita. Kita juga harus waspada,” ujar Kusumo dikutip Bekasiguide.com, Kamis 2 Juli 2026.
Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan darurat 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian.
“Silakan apabila ada yang mencurigakan, atau masyarakat merasa ragu saat melintas di suatu wilayah dan perlu bantuan, kami dari kepolisian selalu siap.”
Kapolres juga mempersilakan masyarakat yang merasa khawatir melintas di kawasan rawan kejahatan untuk meminta pengawalan dari petugas kepolisian.
“Bisa, silakan,” katanya saat ditanya apakah warga dapat meminta pengawalan polisi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memicu terjadinya aksi kejahatan jalanan, salah satunya kondisi infrastruktur seperti ruas jalan dengan penerangan yang minim.
“Memang ada ruas-ruas jalan yang lampunya kurang terang dan lain sebagainya. Itu yang membuat spot-spot yang memungkinkan mereka bergerak,” ujarnya.
