Dinas Perhubungan Kota Bekasi menduga kecelakaan maut yang melibatkan truk box dan sejumlah sepeda motor di Simpang Unisma, Jalan Cut Meutia, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, dipicu kondisi lampu lalu lintas yang berada pada fase transisi atau “nanggung”, sehingga memicu pengendara dari kedua arah sama-sama melaju.
Petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Hardi Sanusi, mengatakan berdasarkan pengamatannya di lokasi, arus kendaraan dari arah datangnya truk melaju cukup kencang. Di saat bersamaan, pengendara dari arah lain diduga sudah tidak sabar menunggu lampu lalu lintas dan mulai melaju ketika kondisi lampu masih dalam fase transisi.
“Kalau penglihatan saya, arus dari sana memang kencang. Lampunya itu nanggung. Yang dari sini sudah enggak sabaran langsung jalan, sementara dari sana masih melaju, akhirnya terjadi tabrakan,” kata Hardi dikutip Bekasiguide.com, Senin 29 Juni 2026.
Ia juga meragukan dugaan bahwa kecelakaan disebabkan rem truk blong. Menurutnya, truk masih sempat melakukan pengereman sebelum menghantam antrean kendaraan.
“Kalau menurut saya bukan rem blong. Kalau remnya blong, enggak mungkin sempat ngerem. Kendaraannya juga berhenti di dekat lampu merah. Kalau benar blong, harusnya bablas,” ujarnya.
Hardi menjelaskan, korban berasal dari kendaraan yang melaju dari arah Unisma, bukan dari arah Tol Timur. Saat kejadian, Dishub masih fokus melakukan evakuasi korban dan penguraian arus lalu lintas sehingga belum dapat memastikan jumlah sepeda motor yang terlibat.
Ia menyebut, berdasarkan penglihatannya di lokasi, satu orang yang diduga pengemudi ojek online terlihat meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Selain itu, Hardi membenarkan truk yang terlibat melaju beriringan dengan truk lain. Menurutnya, truk di belakang dapat mengerem sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya meragukan adanya kegagalan fungsi pengereman pada truk yang terlibat kecelakaan.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota. Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sopir serta sejumlah saksi untuk memastikan kronologi insiden tersebut.
