Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi diminta bisa lebih memberdayakan masjid yang ramah lingkungan. Selain juga, masjid bisa didorong lebih siap dalam hal digitalisasi.
“Bagaimana jika seluruh masjid lebih peduli pada lingkungan hidup dan penghijauan. Pasti akan makin sejak Bekasi ini,” kata Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi, Minggu, 12 April 2026.
Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal DMI Kota Bekasi di Asrama Haji Jawa Barat di Bekasi. Acara dihadiri Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Syaifudin Siraj, Ketua FKUB Abdul Manan, para ketua DMI Kecamatan se Kota Bekasi dan jamaah masjid.
Walikota mengingatkan perlunya kepedulian bersama, termasuk DMI Kota Bekasi, dalam hal sumur resapan. Jika saja di seluruh masjid lebih peduli, maka akan lebih baik.
Tri juga menyebut harapan kesiapan pengurus masjid untuk siap menghadapi era digital. Selain bisa lebih efektif dalam berdakwah juga bisa lebih menyasar.
“Saat ini khan ada 1600-an masjid. Jika kompak maka tentu akan lebih baik,” katanya.
Di bagian lain, Ketua DMI Kota Bekasi, KH Jaja Jaelani, menyebutkan kepedulian terhadap lingkungan memang selalu disosialisasikan. Masjid yang adem dan ramah lingkungan menjadi bagian penting.
Sementara, Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Syaifudin Siraj, sebagai penceramah mengatakan jika seluruh masjid jika saja kompak maka akan lebih berdaya guna.
“Termasuk Ormas Islam kalau kompak maka akan lebih kuat bersuara,” katanya.
