Metropolitan

Kado HUT ke 29 Kota Bekasi, Gubernur Jabar Setujui Pembangunan Lapangan Olahraga di Pondok Gede

Warga Pondok Gede, Kota Bekasi, segera memiliki fasilitas olahraga baru setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan lampu hijau untuk pembangunan lapangan olahraga di wilayah tersebut.

Rencana pembangunan itu disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto usai melakukan pertemuan singkat dengan Dedi Mulyadi di sela peringatan Hari Jadi Kota Bekasi ke-29 di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut Tri, rencana tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan Lapangan Padurenan di Mustika Jaya yang telah diresmikan pada Februari lalu. Keberhasilan fasilitas olahraga itu mendorong pemerintah provinsi untuk menghadirkan fasilitas serupa di wilayah lain.

“Alhamdulillah setelah Lapangan Padurenan, Pak Gubernur berencana membangun lapangan kedua di Pondok Gede. Ini tentu menjadi kabar baik bagi warga karena fasilitas olahraga di Kota Bekasi akan semakin bertambah,” ujar Tri dikutip bekasiguide.com, Senin 10 Maret 2026.

Ia menilai keberadaan lapangan olahraga terbuka tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang penting bagi masyarakat perkotaan.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi tempat interaksi sosial sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan aktivitas positif.

“Lapangan olahraga terbuka bukan sekadar tempat berolahraga, tapi juga wadah interaksi masyarakat dan ruang bagi anak-anak muda agar memiliki kegiatan yang positif,” katanya.

Tri berharap pembangunan lapangan olahraga di Pondok Gede dapat memperluas akses fasilitas publik sekaligus memperkecil kesenjangan sarana olahraga antarwilayah di Kota Bekasi.

“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik dan anak-anak muda memiliki ruang aktivitas yang sehat,” tutupnya.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version