Ketua RW 013 Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Fabil, meminta percepatan pembangunan tanggul Kali Bekasi yang hingga kini belum tersambung akibat persoalan lahan.
Desakan itu disampaikan usai pertemuan warga bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi dan sejumlah instansi terkait membahas pembangunan tanggul yang terhenti di wilayah PML hingga kawasan Kemang Ifi Graha dan sekitar Lotte.
“Kami mempertanyakan kenapa sudah bertahun-tahun pembangunan tanggul ini tidak berlanjut, padahal banjir di PML bisa mencapai 2,5 meter dan berpotensi menjadi tragedi kemanusiaan,” kata Fabil kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan tanggul merupakan bagian dari program pengendalian banjir Jabodetabek pascabanjir besar Januari 2020. Proyek tanggul Kali Bekasi sepanjang 12 kilometer telah berjalan sejak 2021 hingga 2024, namun masih menyisakan tiga titik yang belum tersambung.
Tiga lokasi tersebut yakni Kemang Ifi Graha sekitar 300 meter, Pondok Mitra Lestari sekitar 400 meter, serta satu titik di dekat kawasan Lotte.
Menurut Fabil, kendala utama berada pada status kepemilikan lahan yang masih tumpang tindih antara klaim warga dan aset Perum Jasa Tirta (PJT) II.
“Anggaran dari pemerintah pusat sebenarnya sudah ada, tetapi lahannya belum siap karena status hukumnya belum selesai,” ujarnya.
Saat ini, penyelesaian lahan masih menunggu opini hukum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai dasar Badan Pertanahan Nasional (BPN) menetapkan status lahan clear and clean sebelum pembebasan dilakukan.
Ia menegaskan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) pada prinsipnya siap melanjutkan pembangunan tanggul.
“BWSCC tinggal eksekusi, tidak ada masalah di konstruksi. Yang jadi hambatan hanya penyiapan lahannya,” jelasnya.
Fabil berharap koordinasi lintas instansi yang difasilitasi DPRD Kota Bekasi dapat mempercepat penyelesaian agar pembangunan tanggul segera dilanjutkan.
“Kami berharap proses ini dipercepat dan semua pihak benar-benar duduk bersama, supaya tanggul segera selesai dan warga tidak terus hidup dalam ancaman banjir,” tutupnya.
