Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menghadiri pembukaan Kampoeng Takjil Ramadhan yang diramaikan sekitar 50 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Bundaran Kamala Lagoon, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan yang digelar selama bulan suci Ramadan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menjajakan berbagai varian takjil dan makanan berbuka puasa kepada masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sardi menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD memiliki komitmen yang sama dalam mendorong UMKM agar terus berkembang dan naik kelas.
“Pemerintah Daerah hari ini memang menggaungkan UMKM. Kami di DPRD Kota Bekasi, Pak Wali Kota dan Pak Wakil juga memiliki semangat yang sama mendukung UMKM Kota Bekasi naik kelas,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurutnya, kehadiran Kampoeng Takjil Ramadhan diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menciptakan perputaran ekonomi di Kota Bekasi.
“Dengan begitu perekonomian Kota Bekasi menjadi lebih hidup. Dan hadirnya kami pada event ini membuktikan pemerintah hadir dan mensupport UMKM Kota Bekasi,” paparnya.
Usai pembukaan, Sardi menyempatkan diri menyapa para pedagang dan memborong sejumlah takjil untuk persiapan berbuka puasa.
“Kebiasaan saya kalau ada event seperti ini ya selalu menyapa mereka. Dan tentunya sambil membeli beberapa takjil untuk persiapan berbuka puasa nanti,” katanya.
Camat Bekasi Selatan, Karya Sukmajaya, turut hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, Kepala Bagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kota Bekasi, serta Lurah Pekayon Jaya. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kami tentunya sangat support sekali atas apa yang dilakukan oleh Pak Eddy dan kawan-kawan pelaku UMKM yang meramaikan Ramadan tahun ini. Bentuk support kami tentunya dengan hadir langsung dalam agenda pembukaan hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kampoeng Takjil Ramadhan, Eddy Purwanto, menyebutkan kegiatan ini akan berlangsung selama kurang lebih 24 hari, mulai 21 Februari hingga 12 Maret 2026, dan diikuti oleh 50 pelaku UMKM.
“Event ini akan berlangsung mulai tanggal 21 Februari 2026 sampai dengan 12 Maret 2026. Dan akan diikuti oleh 50 pelaku UMKM,” tutupnya. (ADV Setwan)
