Peristiwa

Warga Bantaran Kali Bekasi Rela Bongkar Rumah Demi Akhiri Banjir

Warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembongkaran bangunan secara mandiri sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai dan penanganan banjir di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kesepakatan tersebut dicapai setelah dirinya meninjau langsung wilayah terdampak banjir dan berdialog dengan pengurus RW serta warga setempat. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci agar proses pembangunan dari pemerintah pusat dapat segera dilakukan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Memang hari ini secara terbuka diakui oleh warganya bahwa mereka menggunakan lahan sungai. Dan ada kesadaran untuk melakukan pembongkaran sendiri terlebih dahulu. Biasanya BWSCC mau membangun kalau lahannya sudah clean and clear,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com,

Tri menjelaskan, setelah lahan di sepanjang bantaran kali dinyatakan bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pemasangan turap baja atau steel sheet pile (SSP).

“Kalau sudah pakai SSP, bukan hanya menahan air, tapi juga lebih rapi dan memberikan manfaat yang lebih besar karena bisa dibangun lebih tinggi,” katanya.

Dalam proses pembongkaran, warga dipersilakan menyelamatkan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan. Proses penertiban ini akan berjalan seiring dengan tahapan perencanaan sebelum masuk ke tahap eksekusi pembangunan.

Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar dua bangunan di bantaran kali yang memiliki sertifikat, sementara sebagian besar lainnya belum bersertifikat dan akan didata lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir akibat luapan Kali Bekasi, khususnya saat debit air kiriman dari Bogor meningkat dan ketinggian air di pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas terus naik.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version