Peristiwa

Cuaca Ekstrem Terjang Bekasi, 101 KK Mengungsi Akibat Banjir dan Pohon Tumbang

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bekasi memicu banjir, pohon tumbang, di sejumlah wilayah hingga evakuasi warga, Minggu 18 Januari 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi hingga pukul 10.00 WIB, genangan air terjadi di sejumlah kelurahan, antara lain Kali Baru, Harapan Mulya, Pejuang, Margahayu, Aren Jaya, Pengasinan, hingga Teluk Pucung. Ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dampak terparah terjadi di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria. Genangan setinggi 40–60 sentimeter membuat 100 kepala keluarga (KK) harus mengungsi. Sementara itu, satu KK lainnya mengungsi di aula Kelurahan Kali Baru akibat banjir setinggi 40–100 sentimeter di Jalan Rawa Bakti.

Selain banjir, hujan berintensitas tinggi juga menyebabkan pohon tumbang di Komplek Depnakertrans, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, serta di wilayah Kali Abang Tengah, Bekasi Utara. Seluruh kejadian pohon tumbang dilaporkan telah berhasil ditangani petugas.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham, mengatakan pihaknya mengerahkan tim lengkap dengan peralatan evakuasi untuk membantu warga terdampak.

“Sejak pagi tim BPBD sudah berada di lapangan untuk melakukan evakuasi warga, penanganan pohon tumbang, serta pendataan dampak banjir. Saat ini tercatat 101 KK mengungsi dan masih ada permintaan bantuan logistik,” kata Idham dikutip Bekasiguide.com, Minggu 18 Januari 2025.

Ia menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

BPBD Kota Bekasi mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari wilayah genangan, serta tidak memaksakan melintas di jalan yang tergenang air.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version