Metropolitan

Banyak ASN Tunggak Pajak, Pemkot Bekasi Siap Gelar Pemeriksaan STNK

Pemerintah Kota Bekasi bakal memperketat penegakan aturan pajak kendaraan bermotor di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil setelah pemerintah menerima data awal yang menunjukkan banyak kendaraan milik ASN yang belum membayar pajak.

Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menyebutkan bahwa kondisi tersebut bukan hanya sekedar kemungkinan, tapi sudah bisa dipastikan berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Pendapatan Daerah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Bukan kemungkinan, dipastikan lah. Karena datanya kita sudah ada sebetulnya. Data awal yang kita dapat. Secara rincinya Kepala Bapenda yang tahu,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Rabu 10 Desember 2025.

Namun, jika dalam waktu satu minggu tren masih tinggi, Pemkot akan menggandeng kepolisian untuk melakukan pemeriksaan STNK secara resmi.

“Kita ambil tindakan, pertama mungkin sosialisasi, nanti tahap berikutnya kita lihat perkembangannya. Satu minggu ke depan kalau kemudian trennya masih cukup tinggi, ya kita minta bantuan Pak Kapolres, yang bisa memeriksa kan Pak Kapolres,” ujar Tri.

Tri juga mengingatkan bahwa keteladanan harus dimulai dari Aparatur Pemerintah. Ia menilai pajak kendaraan bermotor merupakan sumber pendapatan daerah yang penting untuk memajukan pembangunan.

“Jadi oleh karena itu tentu keteladanan harus dimulai dari aparatur pemerintah. Saya secara terbuka, bagaimana hari ini yuk kita bareng-bareng, pajak ini kan juga pajaknya balik lagi BPNKP, pajak kendaraan bermotor itu justru lebih banyak pajaknya bagi hasilnya ke daerah,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Bekasi belum membeberkan jumlah pastinya. Wali Kota membeberkan bahwa rincian data lengkap mengenai banyaknya ASN yang menunggak pajak hanya dapat dijelaskan oleh Kepala Bapenda sebagai pemegang data teknis.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version