Dua pemain usia dini PBV Muda Jaya, Wika Tri Asih dan Queenza Zaskia Gomezt, mulai mencuri perhatian dunia voli junior. Meski masih kelahiran 2017, keduanya dinilai memiliki kemampuan di atas rata-rata dan bahkan sudah dilirik klub besar di Bandung.
Pelatih Kepala PBV Muda Jaya, Cepi, menegaskan bahwa potensi dua pemain ini bukan sekadar isapan jempol. “Dari sisi teknik, mereka sudah mulai menyamai seniornya. Bahkan ada teman saya di salah satu klub besar Bandung yang sudah mulai melirik Wika,” kata Cepi kepada bekasiguide.com di Cikarang Selatan, Minggu 30 November 2025.
Ia menyebut, kerja sama dengan klub besar terbuka lebar jika perkembangan kedua pemain ini terus stabil. “Kita bina dulu di sini. Kalau nantinya sudah mumpuni, kita siap kerja sama. Win-win solution,” ujarnya.
Bersaing dengan Pemain yang Lebih Senior
Meski lebih muda dua hingga tiga tahun dari mayoritas rekan setimnya, Wika dan Queenza kerap tampil paling menonjol saat latih tanding maupun turnamen antarwilayah.
“Kelahiran 2017 tapi bisa bersaing dengan anak 2013–2014, itu tidak biasa. Setiap ada turnamen, mereka selalu paling menonjol dibanding teman-temannya,” jelas Cepi.
Dari segi teknik, keduanya sudah menunjukkan kematangan bermain. Passing atas, receive, hingga koordinasi lapangan dinilai melampaui usia mereka. “Untuk Wika, walaupun badan belum tinggi, passing atasnya sudah enak dipukul. Keduanya cepat menyesuaikan ritme permainan senior,” kata Cepi.
Pemimpin Kecil di Lapangan
Di luar kemampuan teknis, karakter kepemimpinan Wika dan Queenza juga menjadi sorotan. Wika bahkan dijadikan kapten tim.
“Leadership Wika sudah dapat. Sementara Queenza bisa mengangkat semangat teman-temannya. Mereka bisa merangkul dan membangun mental tim yang lebih tua sekalipun,” tutur Cepi.
Ia menyebut, kehadiran dua pemain ini membuat permainan skuad junior Muda Jaya menjadi lebih hidup. “Permainan jadi berwarna, tidak monoton. Dengan mereka, prospek tim ke depan sangat cerah,” tegasnya.
Tantangan Melatih Anak Usia Dini
Cepi mengakui melatih pemain usia dini bukan perkara mudah. Butuh pendekatan mental dan kesabaran ekstra.
“Yang namanya anak kecil, mereka masih butuh perhatian lebih. Kita harus masuk ke dunia mereka dulu. Melatih teknik saja tidak cukup, mental juga harus dibangun,” ujarnya.
Harapan Menuju Kancah Lebih Tinggi
Wika dan Queenza mulai dilatih sejak usia delapan tahun. Keduanya diproyeksikan tampil pada Kejuaraan Olahraga Kabupaten 2025 untuk KU 2013.
Cepi berharap keduanya terus konsisten berlatih dan tidak kehilangan motivasi. “Yang paling sulit itu membuat mereka konsisten. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik dan bersaing dengan seniornya,” harapnya.
Ia menegaskan, geliat voli di Cikarang Selatan kini kian besar, dan Muda Jaya menjadi salah satu klub yang membuka jalan pembinaan usia dini.
“Sekarang hampir tiap perumahan punya klub voli. Alhamdulillah, Muda Jaya sudah terdaftar di PBVSI Kabupaten Bekasi,” tutup Cepi.
