Turnamen voli KU 2012 PBV Muda Jaya terpaksa dihentikan setelah hujan deras mengguyur arena pertandingan yang digelar di lapangan outdoor di Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, membuat kondisi lapangan tidak lagi aman untuk melanjutkan laga. Setelah ditunda menunggu cukup lama dan cuaca tak menunjukkan tanda-tanda membaik, panitia memutuskan menyudahi rangkaian pertandingan dan langsung menetapkan juara berdasarkan akumulasi poin.
Ketua Umum PBV Muda Jaya, FX Eko Suryanto, mengatakan bahwa keputusan penghentian pertandingan adalah langkah terbaik demi keselamatan atlet-atlet usia dini yang turun bertanding.
“Arena yang kami gunakan adalah lapangan outdoor, sehingga ketika hujan turun deras, permukaan lapangan jadi licin dan sangat berisiko untuk anak-anak. Keselamatan mereka menjadi prioritas utama,” tegas Eko dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Minggu 30 November 2025 malam.
Ia menjelaskan bahwa penentuan juara lewat total poin merupakan mekanisme paling objektif mengingat seluruh tim telah menjalani beberapa pertandingan sebelum hujan mengguyur lapangan.
“Setiap tim sudah mengumpulkan poin dari laga-laga sebelumnya dan datanya lengkap. Itu kami jadikan dasar penilaian agar keputusan tetap adil untuk semua peserta,” ujarnya.
Panitia kemudian merilis hasil akhir perhitungan poin, dengan empat tim teratas keluar sebagai juara Turnamen KU 2012 PBV Muda Jaya:
1. Spartan – 150 poin
2. MMC – 146 poin
3. Tunas Muda – 144 poin
4. Muda Jaya – 142 poin
Selain menentukan juara 1 hingga 4, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individual kepada atlet yang dinilai tampil menonjol selama turnamen.
Untuk kategori Atlet Muda Berpotensi Putri, penghargaan diberikan kepada Queenza Zaskia Gomezt (8 tahun) yang dianggap menunjukkan perkembangan teknik dan mental bertanding di atas rata-rata.
Panitia juga menetapkan Atlet Terbaik Putri kategori yang diberikan kepada pemain yang memiliki kontribusi terbesar bagi timnya sepanjang turnamen.
Eko menyebut penghargaan individual adalah bagian dari upaya PBV Muda Jaya menanamkan motivasi sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak tahu bahwa kerja keras mereka dihargai, bukan hanya lewat gelar juara tim tetapi juga dari pengakuan atas potensi dan performa pribadi,” ujar Eko.
Meski turnamen terhenti lebih cepat, Eko menilai antusiasme peserta dan kualitas permainan tetap menjadi modal penting untuk pengembangan program pembinaan klub.
“Cuaca memang memaksa turnamen berhenti, tapi semangat dan kemampuan anak-anak sudah terlihat jelas. Ini jadi evaluasi dan penyemangat untuk penyelenggaraan event berikutnya,” tutupnya.
