Peristiwa

Polisi Gerebek Pabrik Rumahan Sabun Mandi Palsu di Jatimurni, Satu Pelaku Ditangkap 

Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap kasus peredaran sabun mandi palsu di Gang Sadar, Kavling Carolus, Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan dalam peristiwa ini, polisi berhasil mengamankan satu pelaku yang berinisial ROH (46), yang merupakan pemilik home industry sabun mandi palsu ini.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan barang bukti berupa puluhan jerigen berisikan bahan kimia untuk membuat sabun mandi palsu, dsn mesin cetak merk.

“Ini industri karyawan cukup banyak, kurang lebih 20 orang. Kemudian kalau puluhan jerigen yang ada di dalam nanti sama-sama akan kita lihat. Dan juga ini ada mesin cetak daripada merek yang digunakan,” kata Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Jumat 14 November 2025.

Kejadian ini pertama kali terungkap dari laporan warga. Pelaku ROH (46) memasarkan produk sabun mandi palsu buatannya lewat platform belanja online.

“Ini pemasaran menggunakan e-commerce, ini melalui online. Ini memang pelaku awal-mulanya memang pernah membuat sendiri dipasarkan ke tetangga-tetangga, kemudian juga melalui online tetapi karena tidak ada merek jadi tidak laku. kemudian dia mulai menjiplak dari merek-merek tertentu yang memang digunakan,” ungkap Kapolres.

Menurut hasil penyelidikan, ROH sudah menjalankan bisnis ini selama 4 bulan, dan memiliki sekitar 20 karyawan. Bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk sabun palsu ini dibeli melalui toko.

“Harganya masih lebih murah daripada harga yang ada di pasaran. Sehingga cukup banyak yang membeli,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 62 ayat 1, junto pasal 8, ayat 1, huruf A, E, F, dan H. Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumsi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 

 

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version