Metropolitan

Alun-Alun Bakal Disulap Jadi Wajah Baru Kota Bekasi, Hadir dengan Joging Track dan Area Pedestrian Modern

Setelah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan kawasan Alun-Alun M. Hasibuan segera ditata ulang menjadi ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan modern.

Kini, Pemerintah Kota Bekasi tengah melakukan pembangunan dan penataan ulang kawasan tersebut. Nantinya, alun-alun yang menjadi ikon kota itu akan dilengkapi dengan joging track kekinian, area pedestrian, serta taman kota yang ramah untuk semua kalangan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Fungsinya kita kembalikan seperti semula, yakni taman kota untuk masyarakat. Tidak ada lagi pedagang yang menginap atau menempati area taman. Tapi para pedagang tetap kita fasilitasi, karena sudah disiapkan tempat khusus agar mereka tetap bisa berjualan dengan tertib,” ujar Tri dikutip pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Selain mempercantik tata ruang, konsep baru Alun-Alun M. Hasibuan juga akan memadukan unsur rekreasi, olahraga, dan edukasi sejarah. Area Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi tetap dipertahankan sebagai simbol semangat dan identitas warga.

“Joging sudah jadi budaya kekinian. Jadi, kita siapkan fasilitas yang nyaman dan aman agar warga bisa sehat sambil menikmati suasana kota. Sementara pedagang tetap kita berdayakan dengan lokasi yang lebih layak dan teratur,” tutup Tri.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version