Peristiwa

Juru Parkir di Puskesmas Teluk Pucung Ngeluh Gaji Dipotong Secara Sepihak

Seorang juru parkir di Puskesmas Teluk Pucung bernama Muhammad Husin mengeluh usai gajinya dipotong hingga 50 persen. Sebelum itu, dia juga sudah tidak menerima gaji selama dua bulan.

Anak M. Husin, Yeyen (23) mengatakan dia menemukan hal yang janggal dikarenakan gaji yang harus diterima oleh ayahnya sebesar Rp. 3 juta. Namun, pihak puskesmas setiap bulan hanya memberikan Rp. 1, 2 juta kepada ayahnya dengan melalui amplop.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sebenarnya inisiatif saya sendiri. Karena kan udah 2 bulan bapak saya itu udah gak nerima gaji tapi ATM-nya masih dipegang sama pihak puskesmas, saya minta dapet lah itu ATM, pas saya cek ternyata benar, 3 juta gaji bapak. Tapi yang bapak terima itu cuma 1,2, gitu dikasihkan dengan amplop,” ucap Yeyen.

Yeyen menduga, pemotongan gaji tersebut sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu. Keluarga jukir geram karena menilai pihak puskesmas terkesan menutupi dan tidak mencoba untuk memberi tahu ayahnya.

“Kenapa saya permasalahkan? Karena di sini gak ada omongan ke bapak. Pak Husin gajinya sekian, ya. Itu gak ada. Kecuali ada omongan kayak gitu, mungkin saya bisa ngertiin,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, M. Husin juga sempat dirumahkan namun pemerintah bersama anggota DPRD Kota Bekasi telah menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Bapak itu karena lansia, ya. Jadi, dia udah gak masuk jadi karyawan puskesmas. Jadi, jatuhnya cuma juru parkir, gitu uma tadi udah kedatangan juga anggota Dewan. Pak Arif Rahman. Jadi intinya itu ada titik temunya,” tutupnya.

 

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version