Peristiwa

Kejari Bekasi Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Dana Desa Rp2,6 Miliar

SH (Pj Kades Sumberjaya 2023–2024), SJ (Sekdes 2024), GR (Kaur Keuangan merangkap operator Siskeudes 2024), dan MSA (Direktur CV Sinar Alam Inti Jaya) jadi tersangka korupsi dana desa Kabupaten Bekasi.( Foto: Ist.)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Tahun Anggaran 2024. Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian mencapai Rp2,6 miliar.

Keempat tersangka masing-masing berinisial SH selaku Penjabat Kepala Desa Sumberjaya periode 14 Juni 2023–12 September 2024, SJ selaku Sekretaris Desa Sumberjaya tahun 2024, GR sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan sekaligus Operator Siskeudes periode Januari–Agustus 2024, serta MSA yang menjabat sebagai Direktur CV Sinar Alam Inti Jaya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, menjelaskan bahwa para tersangka diduga menyalahgunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Mereka menggunakan anggaran tidak sesuai dengan ketentuan. Dana itu juga diduga diterima untuk kepentingan pribadi,” ujar Eddy dalam keterangan pers, Kamis, 11 September 2025.

Dari hasil penyidikan, kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp2,6 miliar. Usai penetapan tersangka, penyidik Kejari langsung melakukan penahanan terhadap keempatnya selama 20 hari, terhitung sejak 11 hingga 30 September 2025, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang.

Para tersangka dijerat dengan Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, serta subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU yang sama.

“Kami akan kembangkan penyidikan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Eddy.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat dana desa seharusnya dipergunakan untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya pihak tertentu.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version