Peristiwa

Polisi Selidiki Unsur Kelalaian dari Kematian Dua Bocah SD Tenggelam di Babelan 

Polsek Babelan mendalami terkait adanya unsur kelalaian dalam insiden kematian dua bocah SD yang tenggelam saat tengah menjalani ekstrakulikuler renang di Babelan Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Babelan, AKP Wito mengatakan penyidik sementara telah memeriksa saksi ahli untuk mengusut ada tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami usut tuntas sesuai arahan beliau (kapolres) kami juga dibackup dari satreskrim polres metro bekasi termasuk inafis dan PPA untuk sama-sama melakukan penyelidikannya, baik terhadap korban dan TKP,” kata Wito dikutip Bekasiguide.com, Rabu 13 Agustus 2025.

Dalam perkara tersebut, penyidik telah memanggil saksi dari pihak sekolah dan orangtua korban untuk dimintai keterangan.

“Enam orang saksi yang sudah dimintai keterangan, yakni dari pihak keluarga korban ada, kemudian dari pihak sekolah,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua orang bocah SD yang berinisial KBW dan FAP dikabarkan tenggelam saat melakukan ekstrakulikuker renang di sekolahnya. Bocah itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh pendamping di sekolahnya.

 

 

 

 

Peristiwa

“Berdasarkan dugaan sementara, truk mengalami rem blong sehingga oleng ke kiri dan menabrak kerumunan orang yang berada di depan tembok bangunan di sisi jalan. Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Joko dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 November 2026.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Exit mobile version