Esai

Sudah Rindu Meski Kaki Belum Sampai Rumah

LANGKAH kaki kami mulai menaiki tangga pesawat di Bandara Madinah. Ya, kami akan pulang. Setelah sebulan lebih kami di tanah suci, tiba saatnya pulang ke tanah air.

Ini pertama kali saya keluar negeri. Dan itu ke tanah suci. Kesan yang luar biasa selama ini, selama di tanah suci. Pulang dengan membawa pengalaman tak terlupakan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Bayangan kami kembali melambung kepada anak-anak yang sudah sebulan lebih kami tinggalkan. Rasa rindu baru muncul dengan kuat. Anak-anak yang hebat, yang sudah kami doakan di tanah suci ini.

Seperti saat berangkat, kami sudah diatur berjalan masuknya ke pesawat. Nomer kursi sudah ditempel di tas kecil kami. Nomer seperti saat berangkat. Luar biasa memang petugas yang mengatur ini semua.

Bangku yang kami tempati pun sama saat berangkat. Ada di ujung, dan paling spesial. Bangku yang lebar, dengan panjatan kaki bisa diatur. Di depannya ada meja, dan setumpuk majalah. Layar lebar ada di depan mata.

Sekembali kami memang menjadikan kami banyak bersyukur. Atas semua karunia selama di tanah suci. Pun juga bersyukur atas karunia kemudahan dalam setiap perjalanan ini.

Kami memang haji reguler, tetapi ternyata kami menempati tempat yang super VIP. Alhamdulillah.

Dalam hati kami juga berasa berat sebenarnya berpisah dengan tanah suci. Tetapi kami yakinkan, bahwa tak ada doa yang ditolak, Termasuk doa agar diberi kesempatan bisa kembali lagi ke sini.

Kami juga mengharapkan bisa kembali ke tanah suci ini, karena ini bisa mencium hajar aswad. Selama di Makah, beberapa kali kami mencoba ternyata tidak bisa. Kami hanya bisa berdoa, agar semua kekurangan ini diampuni dan tidak menjadi penyebab kekurangan ibadah kami.

“Ya Allah, jangan jadikan kekurangan ini menjadi kekurangan dalam ibadah kami. Maka, beri kami kesempatan di tahun depan untuk mewujudkannya,” doa saya.

Dan alhamdulillah, doa itu kemudian terkabul di tahun mendatang. Kami bisa umroh dan menuntaskan kerinduan mencium hajar aswad. Jika saja Rasulullah tak melakukan ini, mencium kamu wahai hajar aswad, maka aku pun tak akan melakukannya. Alhamdulillah.

Sejujurnya sangat banyak kenangan di tanah suci ini. Dan mustahil bisa diungkapkan semuanya. Karena setiap detik dan setiap sudut ketika di tanah suci adalah karunia Allah.

Selama 9 jam di atas awan Madinah-Jakarta kami isi dengan bersyukur. Jujur tak ada sedikitpun keinginan agar dipanggil ‘Pak Haji’ setelah ini. Jauh. Kami cukup lega dan bersyukur karena bisa diberi kesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima. Selebihnya tidak ada lagi.

Sesampai di Cengkareng, turun dari pesawat, sekali lagi kami saling berpelukan antar teman. Mengambil foto di depan pesawat berbadan lebar yang telah membawa kami pulang. Kami bisikkan ke teman-teman, tugas berat kita saat ini adalah menjaga kemabruran. Dan lebih beratnya, mabrur itu harus sepanjang hayat.

Wahai tanah suci. Kami sudah rindu meski kaki ini belum sampai rumah. Terima kasih, ya Allah.

Bekasi, 22 Juni 2025

Chotim Wibowo (IPHI Kota Bekasi)

Esai

Sebab, masa lalu adalah kumpulan pengalaman yang membentuk karakter dan memberikan pelajaran berharga melalui keberhasilan maupun kegagalan.

Esai

Perpisahan ini menandai transisi dari “kawah candradimuka” Ramadhan menuju ujian kehidupan nyata di bulan-bulan berikutnya.

Esai

Beberapa waktu sebelum itu, KPK telah mengamankan Bupati Rejang Lebong (Bengkulu), Muhammad Fikri Thobari, Bupati Pati (Jawa Tengah), Sudewo, Gubernur Riau, Abdul Wahid, Bupati Bekasi, Ade Kuswara, serta Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Esai

Padahal, bencana besar seringkali bukan datang dari serangan luar yang kejam, melainkan dari pembusukan di dalam yang kita biarkan karena kita merasa hal itu terlalu “rendah” untuk diperhatikan.

Esai

Karena itu, pertobatan ekologis menjadi semakin relevan mengingat persoalan banjir dan longsor belakangan ini sebagai akibat pengingkaran atau penyangkalan terhadap eksistensi dan signifikansi bumi dan alam. Ini tidak terbatas pada terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan mungkin kedepan muncul prahara kekeringan.

Exit mobile version