Berita

Peran Mas Dul Tangani Sampah di Kabupaten Bekasi 

Masyarakat Peduli Lingkungan (Mas Dul) RW 08 di Perumahan Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat sedang mengelolai sampah.

Permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi dengan jumlah perusahaan terbanyak di Jawa Barat menjadi momok bagi Pemerintah Daerah. Tata kelola dengan cara ditumpuk atau open dumping masih dilakukan hingga sekarang tahun 2025.

Namun, dibalik buruknya sistem tata kelola sampah di Kabupaten Bekasi itu, terdapat gerakan-gerakan kecil yang dilakukan warga RW 08 di Perumahan Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kesadaran akan produksi sampah rumah tangga yang tinggi, menjadi salah satu faktor pendorong gerakan yang dinamakan bank sampah Mas Dul 08 yang artinya Masyarakat Peduli Lingkungan.

Dalam satu pekan, produksi sampah rumah tangga dari ratusan masyarakat RW 08 ini mencapai 4 ton, yang dikirim ke TPA Burangkeng, sedangkan setiap harinya, sebanyak 700 ton sampah ditumpuk di TPA Burangkeng.

“Kita tahu bahwa isu yang utama adalah penanganan dan tata kelola sampah. Kita ingin benar-benar fokus disana. Nah dari sini lah kita berangkat dari beberapa masalah yang kita alami berkenaan dengan persampahan di Kabupaten Bekasi ini,” tutur Triyana, Ketua RW 08 di Perumahan Telaga Murni, Selasa, 14 Januari 2025.

Di bank sampah Mas Dul 08 ini, terdapat beberapa pengelolaan, seperti budidaya maggot sebagai bentuk penanganan sampah organik untuk pupuk, pakan ternak dan budidaya ikan. Dan juga pemilahan sampah nonorganik yang dikelola sampai menjadi biji plastic.

Selama tiga tahun berdiri, lanjut Triyana, bank sampah yang dikelola secara sukarela oleh warga ini selalu mendapatkan prestasi. Seperti juara 1 kategori kebersihan, keindahan, sirkulasi sampah dan kegotongroyongan.

“Yang dibuang ke TPA Burangkeng itu kurang lebih hampir 4 ton dalam seminggu dari RW 08 aja. Itu yang organik. Kalau yang non organik masih punya niai ekonomis masih bisa kita kelola. Yang dibuang itu karna kita belum memiliki teknologi, andaikan nanti ada TPS3R itu bisa kita kelola, diolah sehingga kita syukur-syukur hanya tinggal residu saja yang dibuang ke TPA Burangkeng,” sambungnya.

Secara teknis, dalam satu bank sampah terdapat 10 masyarakat yang secara sukarela bekerja memilah sampah. Setiap warga RW 08 sudah diberikan edukasi untuk memilah sampah secara mandiri. pada setiap gang perumahan juga telah disediakan tempat pemisahan sampah organik dan nonorganik. Sehingga ketika tim penyisir sampah datang menggunakan baktor, sampah-sampah organik dan nonorganik telah dipisah.

“Sehingga nilai jual dan ekonomisnya ada. Itu kembali lagi ke lingkungan. Karna komposisi sampah kita itu 70 persen organik. Itu yang harus dikelola dengan baik,” ucap Triyana.

Ia berharap, kedepan ada keseriusan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membangun TPS3R di Perumahan Telaga Murni ini dapat terwujud. Sehingga dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Burangkeng. Menurutnya, warga sekitar juga mendukung jika ada pembangunan TPS3R di tempatnya.

“TPS3R ini kadang warga bermainset bau dan sebagainya. Tapi itu tergantung dari teknologi atau cara penanganannya, karna bukan TPA. Karna mainsetnya mereka kan tempat buang sampah tapi nyatanya kita punya bank sampah pun gak ada bau gitu. Nah itu memang harus ada edukasi disitu, minimal warga akan ada sosialisasi pemahaman,” katanya.

Berita

“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kereta api jarak jauh. Dengan semakin banyaknya pilihan kereta yang berhenti di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, pelanggan memiliki lebih banyak alternatif untuk memulai maupun mengakhiri perjalanan dari stasiun yang lebih dekat,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 6 November 2026.

Berita

“Seluruh personel dan instansi terkait harus memperkuat koordinasi serta soliditas dalam penanggulangan bencana, tanpa mengedepankan ego sektoral. Saya juga menginstruksikan agar seluruh sarana dan prasarana pendukung, seperti perahu karet dan tenda pengungsian, dipastikan dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Berita

“Kami mengajak masyarakat, khususnya pelanggan yang berencana meningkatkan kapasitas listrik di rumah, untuk segera memanfaatkan promo diskon tambah daya 50% ini sebelum berakhir hari ini. Melalui program ini, pelanggan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kapasitas listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dengan biaya yang lebih ringan. Prosesnya pun mudah melalui PLN Mobile, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan tambah daya dengan lebih praktis,” ujar Firman, Rabu 04 November 2026.

Berita

“Kami mengajak pelanggan untuk membiasakan pembayaran listrik sejak tanggal 1 hingga 20 setiap bulannya. Dengan membayar lebih awal, pelanggan dapat mengatur kebutuhan bulanan dengan lebih baik dan terhindar dari keterlambatan pembayaran. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kelistrikan,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.

Exit mobile version