MetropolitanPeristiwa

Penataan Sementara TPA Burangkeng, Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp105 Miliar 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengebut melakukan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengebut melakukan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu usai direkomendasikan untuk ditutup oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq karena diduga telah mencemari lingkungan sekitar.

Anggaran sebesar Rp105 miliar disiapkan untuk melakukan penataan sementara hingga akhir Desember 2024 ini. Keseriusan penataan ini dibuktikan pada kunjungan bersama Forkopimda ke TPA Burangkeng dengan melihat zona-zona sampah dan lahan yang akan dibebaskan kemarin.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron mengatakan pihaknya bersama Pj Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi telah sepakat untuk melakukan penanganan awal yakni dengan mengurangi beban sampah yang ada berhimpitan dengan jalan serta pemukiman warga untuk dipindahkan ke atas dengan sistem open dumping.

“Kami sudah sepakat bahwa hasil tinjauan dari pak menteri kemarin, kami langsung beraksi agar bisa mengurangi beban sampah yang ada dulu. Jadi beban sampah yang ada ini kita kurangi dengan memaksimalkan lahan yang ada. Kemudian membangun IPAL agar air dari sampah ini ketika turun ke sungai dalam kondisi aman,” ucap Ade, Selasa, 03 Desember 2024.

Terpisah, Pj Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi mengungkapkan penanganan kedua akan dilakukan pada tahun 2025 mendatang, yakni dengan menyiapkan teknologi terbarukan dalam pengolahan sampah, baik dengan teknologi RDF maupun insenerator. Dedy juga berkomitmen penanganan-penanganan ini juga sebagai upaya perbaikan lingkungan.

“Untuk TPA Burangkeng pemerintah daerah dan DPRD telah sepakat untuk mencanangkan pengolahan teknologi. Kita juga sudah mengalokasikan di APBD 2025 untuk penyediaan lahannya. Termasuk IPAL tadi kita sudah bicarakan akan dialokasikan untuk IPAL, tujuannya agar air lindi itu ditampung di IPAL sehingga ketika turun ke sungai baku mutunya sudah sesuai dan aman,” tutup Dedy.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version