Metropolitan

Masyarakat Diimbau Jaga Keharmonisan dan Persatuan jelang Pilkada

Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, warga diimbau untuk tidak terlibat dalam konflik terkait dukungan politik. Menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat ditengah suasana Pilkada justeru lebih penting.

Demikian imbauan disampaikan Sekretaris Camat Rawalumbu, Yudistira dalam agenda kunjungan kerja Lurah Bojongmenteng bersama staf, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Minggu 09 Juni 2024 malam.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Enggak usah kita ributin, nggak usah dukung anu dukung anu, yang ada ujung-ujungnya kita perang antar saudara, antar teman, dan RT,” ujar Yudistira.

Menurutnya, banyak di antara warga yang sebenarnya memiliki latar belakang serupa dan sering kali masih satu guru, mengingat ikatan kultural warga Bekasi yang erat.

Yudistira menambahkan bahwa pilihan politik adalah urusan pribadi dan tidak seharusnya memicu emosi yang bisa berujung pada konflik.

“Pilihan itu ada di hati kita. Enggak usah kita emosikan yang akhirnya kita jadi ribut atau terjadi tekanan. Ini yang harus kita sampaikan pesan ini kepada yang lain,” jelasnya.

Ia berharap warga dapat menciptakan suasana Pilkada yang damai, tenang, dan aman.

“Kita harus memastikan Pilkada ini berlangsung dengan damai, sukses, dan melahirkan pemimpin yang amanah untuk lima tahun ke depan di Bekasi,” tuturnya.

“Warga harus rukun guyub dan bergotong royong membangun lingkungannya. Dan mengajak warga dalam pilkada nanti tidak usah ribut harus tetap kompak dan rukun. Beda pilihan itu biasa, kita sukseskan pilkada damai aman tenteram untuk kota bekasi yang lebih baik,” tandas Yudistira.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version