Metropolitan

Disnaker Minta Perusahaan Bentuk Satgas Pelecehan Dan Penanganan Seksual di Tempat Kerja

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi meminta perusahaan agar membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Seksual di lingkungan tempat mereka bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Ika Indah Yarti mengatakan, pembentukan satgas yang merupakan imbauan langsung Kemenaker, sebagai langkah meminimalisir tindak pelecehan seksual di lingkungan kerja. Terutama perusahaan yang banyak mempekerjakan kaum perempuan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami sudah melakukan sosialisasi hal ini dan sebagai upaya mencegah sekaligus meminimalisir pelecehan seksual,” tutur Ika, Sabtu (29/7/2023).

Dengan melibatkan stakeholder dalam proses sosialisasinya, seperti Polres Metro Bekasi Kota, Apindo hingga Serikat Pekerja, diharapkan keberadaan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ini bisa berjalan efektif.

“Besar harapan kami, kehadiran satgas ini di tempat kerja efektif,” katanya.

Disebutkan, bahwa satgas ini akan menjalankan tugas dengan mengedepankan dan berpedoman kepada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

“Pedoman tersebut diatur dalam syarat kerja di perusahaan berupa perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama,” ungkapnya. (Sasongko)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version