Berita

Mensos Gus Ipul Buka Suara soal Rencana Pembagian Handphone untuk Masyarakat 

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul buka suara mengenai rencana pembagian handphone kepada masyarakat untuk mendukung digitalisasi layanan pemerintah. Dia menyebut, hingga saat ini, rencana tersebut belum dibahas secara khusus.

Gus Ipul mengatakan, apabila program pembagian handphone tersebut nantinya direalisasikan, bantuan akan diarahkan untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan digital pemerintah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Ya, belum ada pembahasan secara khusus. Namun, dapat saya sampaikan bahwa jika nantinya ada pembagian handphone, tujuannya tentu agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan digital pemerintah,” kata Gus Ipul dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, masyarakat yang belum memiliki handphone berpotensi menjadi prioritas penerima apabila program tersebut dilaksanakan. Meski demikian, pemerintah belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran maupun kriteria penerimanya.

“Bantuan ini tentu akan diprioritaskan bagi warga yang belum memiliki handphone,” ujarnya.

Terkait spesifikasi perangkat yang akan diberikan, Gus Ipul mengaku belum memiliki gambaran. Menurutnya, hal tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut seiring dengan perkembangan rencana program tersebut.

“Belum. Nanti kita lihat lebih lanjut. Namun, tujuan utamanya semata-mata agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan digital pemerintah, baik untuk program-program pemerintah maupun layanan lainnya,” jelasnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai digitalisasi layanan pemerintah, termasuk program Perlindungan Sosial Digital atau Perlinsos Digital yang tengah disosialisasikan Kementerian Sosial.

Melalui Perlinsos Digital, Kemensos juga mendorong pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos), termasuk melalui pencatatan biometrik berupa pengenalan wajah. Langkah ini diharapkan dapat membantu memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.

Meski demikian, rencana pembagian handphone masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan, jumlah perangkat yang akan dibagikan, maupun anggaran untuk program tersebut.

Berita

“PUSPAGA dan UPTD PPA akan terus mengawal dan mendampingi korban, terutama kebutuhan psikologi selama proses hukum ini berlanjut. Selain itu, kami juga membuka diri seluas-luasnya bagi para santri atau murid lain yang mungkin bukan merupakan korban langsung, namun turut merasakan dampak psikologis, trauma, atau kecemasan akibat kasus ini. Pendampingan psikososial juga kami sediakan agar mereka dapat kembali merasa aman dan tenang” tegas Resa dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Senin 12 Oktober 2026.

Exit mobile version