Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mendorong penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren melalui penerapan safe boarding atau sistem asrama yang aman. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan berasrama.
Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren harus menjadi momentum untuk memperkuat mekanisme pengawasan dan perlindungan terhadap anak.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kekerasan. Diperlukan sistem yang mampu mencegah terjadinya kekerasan sekaligus memastikan anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman.
“Perlu ada sebuah mekanisme, sistem mungkin yang nanti akan dibuat oleh Kementerian Agama, bagaimana safe boarding, sehingga tidak terjadi kekerasan di dalam ruang-ruang boarding,” kata Novrian dikutip Bekasiguide.com, Rabu 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, penanganan kasus yang tengah berjalan juga membutuhkan koordinasi lintas instansi. Sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Agama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), hingga kepolisian, dilibatkan sesuai tugas dan kewenangannya.
Dalam penanganan tersebut, kepolisian berfokus pada proses hukum terhadap terduga pelaku, sedangkan pemulihan psikososial dan trauma korban dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Novrian menegaskan, pendampingan terhadap korban harus berlangsung secara berkelanjutan, termasuk setelah proses hukum selesai. Pemantauan diperlukan untuk memastikan pemulihan psikologis serta tumbuh kembang anak tetap menjadi perhatian.
“Pasti trauma, tapi di sini kita pastikan ada tim yang terus mengawal. Kita juga sepakat bahwa penanganan ini bukan hanya pada saat peristiwa sampai proses hukum, tetapi bagaimana itu berkelanjutan,” ujar Novrian.
Ia berharap, penguatan sistem perlindungan anak di pesantren dapat mencegah terulangnya kasus serupa. Dengan mekanisme pengawasan dan penanganan yang lebih terkoordinasi, lingkungan pendidikan berasrama diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh santri.
