Peristiwa

Istri Bos Besi Tua di Cikarang Diduga Jadi Korban Perampokan, Uang Rp100 Juta Raib

Petugas melakukan pengecekan di lokasi kejadian dugaan perampokan di Kampung Kaliulu, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Seorang perempuan bernama Mistiiyah (40), diduga menjadi korban perampokan di rumahnya yang berada di Kampung Kaliulu, RT 02/RW 01, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Selasa 6 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah hingga mengeluarkan darah dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Centra Medika.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga merupakan seorang laki-laki yang sebelumnya beberapa kali datang ke rumah korban. Pelaku diketahui pernah datang untuk menjual kabel kepada suami korban yang bekerja sebagai pengusaha besi tua.

Saat kejadian, pelaku diduga melakukan kekerasan menggunakan benda tajam hingga melukai bagian wajah korban. Setelah itu, pelaku disebut mengambil uang tunai milik korban yang mencapai Rp100 juta.

Uang tersebut sebelumnya disimpan di dalam plastik yang digantung di kamar tengah. Usai beraksi, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Vario model lama berwarna merah dengan lis hitam.

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Noach Hendrik, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengecek lokasi kejadian.

“ Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengecekan di lokasi kejadian. Pelaku masih dalam pengejaran,” ujar Noach dikutip Bekasiguide.com, Kamis 8 Oktober 2026.

Polisi juga tengah mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Centra Medika dan kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian.

 

Penulis: Salma Editor: Bams
Peristiwa

“Para anak tersebut merasa tidak terima ketika melintas di wilayah tersebut. Salah satu topi yang mereka gunakan diambil oleh pihak korban. Mereka kemudian mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan,” kata Verdika dikutip Bekasiguide.com, Selasa 6 Oktober 2026.

Exit mobile version