Berita

The Jakmania dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polres Metro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

Menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis malam (10/9/2026).

Forum berlangsung hangat dan terbuka. Kedua komunitas menyatukan semangat untuk menyambut laga secara tertib dan sportif sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan klub kebanggaan tidak menghalangi terjalinnya hubungan yang guyub.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Identitas sebagai suporter tidak semestinya menciptakan jarak. Justru melalui kecintaan kepada klub masing-masing, The Jakmania dan Bobotoh dapat memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk mempertemukan dan mempersatukan,” ujar Kombes Pol Putu Kholis Aryana dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Dialog tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi antarkoordinator, mencegah provokasi, dan meredam narasi yang berpotensi memicu ketegangan. Kedua komunitas juga sepakat mengedepankan informasi yang terverifikasi, khususnya dalam percakapan di media sosial.

Aspek keselamatan turut menjadi perhatian, mulai dari pendataan anggota rombongan, kesesuaian kapasitas kendaraan, hingga koordinasi selama keberangkatan dan kepulangan. Seluruh pihak menyatakan kesediaan untuk menghormati ketentuan penyelenggara serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan masyarakat.

“Kembalinya pertandingan Persija melawan Persib ke GBK setelah tujuh tahun merupakan momentum yang telah lama kita nantikan. Mari menyambutnya dengan kedewasaan dan menjadikannya perayaan sepak bola yang membanggakan. Beda warna, tetap satu Indonesia,” pungkas Putu Kholis.

Berita

“PUSPAGA dan UPTD PPA akan terus mengawal dan mendampingi korban, terutama kebutuhan psikologi selama proses hukum ini berlanjut. Selain itu, kami juga membuka diri seluas-luasnya bagi para santri atau murid lain yang mungkin bukan merupakan korban langsung, namun turut merasakan dampak psikologis, trauma, atau kecemasan akibat kasus ini. Pendampingan psikososial juga kami sediakan agar mereka dapat kembali merasa aman dan tenang” tegas Resa dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Senin 12 Oktober 2026.

Exit mobile version