Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada 1.761 penerima manfaat melalui program Merdeka Berbagi.
Ketua Baznas Kota Bekasi, Sudarsono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari amanah Baznas dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ini satu amanah. Setiap bulan, setiap minggu harus kita lakukan pelayanan. Secara reguler, setiap hari kita melayani masyarakat di kantor,” ujar Sudarsono dikutip Bekasiguide.com, Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan secara berkala juga digelar di Pendopo Pemerintah Kota Bekasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi penerima manfaat untuk mengenal pemerintah dan pemimpinnya secara langsung.
Dalam program Merdeka Berbagi, sebanyak 264 penerima manfaat hadir secara langsung dalam kegiatan penyaluran. Sementara total penerima manfaat yang mendapatkan bantuan mencapai 1.761 orang. Bantuan yang diberikan mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga bantuan usaha produktif.
Untuk bidang pendidikan, bantuan dapat berupa pembayaran SPP. Sementara di bidang kesehatan, Baznas memberikan bantuan alat kesehatan, alat bantu pendengaran hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan biaya pendampingan saat menjalani perawatan.
Baznas juga mulai mendorong bantuan yang bersifat produktif melalui pemberian gerobak usaha kepada masyarakat yang masuk kategori tidak mampu dan memiliki kemauan untuk berusaha.
Sudarsono mengatakan pola tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat membantu penerima manfaat meningkatkan perekonomian.
“Tadi Pak Wali Kota menekankan agar kita mencoba menggeser. Dari kita memberi begitu saja, hilang, tapi produktif,” katanya.
Ia menambahkan, penerima bantuan usaha akan diseleksi berdasarkan ketentuan dan kategori penerima manfaat yang telah ditetapkan Baznas. Sudarsono juga menyebut penghimpunan zakat Baznas Kota Bekasi saat ini masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Pemerintah Kota Bekasi.
“Sebagian besar muzaki kita adalah ASN, sekitar 90 persen. Sepuluh persennya masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Untuk meningkatkan penghimpunan zakat, Baznas juga mulai menyasar pelaku usaha melalui sosialisasi, komunikasi, dan kolaborasi program. Salah satunya dilakukan bersama PT Kualita yang menyalurkan zakat sebesar Rp70 juta. Dana tersebut kemudian diarahkan untuk pengadaan 10 gerobak usaha dan 20 alat kesehatan.
Sudarsono menegaskan, penyaluran dana zakat tetap dilakukan berdasarkan ketentuan dan sasaran penerima manfaat yang telah ditetapkan.
“Yang penting mereka membayar zakat dan sesuai dengan asnaf. Kita ada aturan, tidak sembarangan,” pungkasnya.
