Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tengah menyiapkan integrasi layanan mikrotrans dengan angkutan umum massal sebagai upaya mengurangi kemacetan, khususnya di kawasan Stasiun Bekasi yang setiap harinya melayani puluhan ribu penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan angkutan umum di Kota Bekasi. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan peran mikrotrans atau angkutan kota sebagai feeder (pengumpan) bagi layanan TransBeken.
Menurut Zeno, integrasi antarmoda menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem transportasi umum yang lebih efektif dan mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan Stasiun Bekasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh. Bagaimana meningkatkan kualitas layanan mikrotrans atau angkutan kota agar bisa bersinergi menjadi feeder angkutan umum massal,” kata Zeno dikutip Bekasiguide.com, Kamis 16 Juli 2026
Ia menjelaskan, mikrotrans nantinya akan berfungsi menghubungkan kawasan permukiman menuju titik layanan angkutan massal. Sementara angkutan umum massal akan melayani koridor dengan tingkat bangkitan dan tarikan perjalanan yang tinggi.
“Jadi mikrotrans menjadi pengumpan bagi angkutan umum massal. Kemudian angkutan umum massal menghubungkan titik-titik dengan bangkitan dan tarikan lalu lintas terbesar,” ujarnya.
Selain itu, Dishub juga akan terus mengevaluasi jaringan angkutan umum secara menyeluruh, termasuk membuka peluang integrasi layanan dengan wilayah sekitar. Menurutnya, sistem transportasi tidak dapat dibatasi oleh wilayah administratif.
“Tujuan kami adalah menghadirkan transportasi umum yang aman, selamat, tertib, lancar, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat,” tutupnya.
