Berita

Raker Perdana Sahabat MUI, Pengaktifan BNK Jadi Usulan Utama Berantas Narkoba di Bekasi 

Pengurus Sahabat MUI Kota Bekasi menggelar konferensi pers usai Rapat Kerja (Raker) I dan Halalbihalal di Asrama Haji Kota Bekasi, Selasa (15/7/2026).

Pengaktifan kembali Badan Narkotika Kota (BNK) menjadi salah satu usulan utama yang mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) perdana Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan di Kota Bekasi.

Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum Sahabat MUI Kota Bekasi, Bambang Sunaryo, saat konferensi pers usai pelaksanaan rapat kerja bertema “Berkolaborasi untuk Bekasi yang Lebih Baik”, pada Selasa 15 Juli 2026.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Bambang mengatakan, saat ini penanganan kasus narkoba di Kota Bekasi dinilai belum optimal karena belum adanya Badan Narkotika Kota yang secara khusus menangani persoalan tersebut.

“Harapan kami adalah menghidupkan kembali Badan Narkotika Kota (BNK). Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua MUI, DPRD, dan berbagai pihak agar BNK dapat diaktifkan kembali,” ujar Bambang dikutip Bekasiguide.com, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, kehadiran BNK diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan penyalahgunaan narkoba yang banyak menyasar masyarakat, khususnya kalangan ekonomi lemah.

Selain mendorong pengaktifan BNK, Sahabat MUI juga menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat MUI.

“Kami ingin mengambil bagian untuk mendampingi masyarakat kecil yang menjadi korban narkoba, sekaligus memberikan edukasi agar penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Sahabat MUI Kota Bekasi, Ustaz Ismail Ibrahim, menegaskan rapat kerja perdana tersebut menjadi momentum menyusun langkah strategis organisasi dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengatakan, Sahabat MUI akan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan sosial yang berkembang di Kota Bekasi.

“Kami ingin berkolaborasi menghadirkan Bekasi yang lebih baik dan meminimalkan berbagai persoalan seperti narkoba, judi online, pinjaman online, serta persoalan sosial lainnya,” ujar Ismail.

Melalui rapat kerja perdana ini, Sahabat MUI berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda di Kota Bekasi.

Berita

“PLN UID Jawa Barat berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP melalui penyediaan pasokan listrik yang andal serta perluasan akses layanan kelistrikan bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan listrik, sekaligus membuka peluang usaha bagi koperasi untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Joharifin dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Senin 19 Oktober 2026.

Berita

“Jangan pernah menyerahkan masa depan kalian kepada orang yang hanya pandai mengajak, tetapi tidak ikut menanggung akibatnya. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan baik-baik manfaat dan risikonya. Jangan takut berbeda dari teman ketika kalian tahu sesuatu itu salah,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Senin 19 Oktober 2026.

Exit mobile version