Jamaah Subuh Gabungan (JSG) Kota Bekasi kembali menggelar shalat subuh berjamaah sebagai upaya mempererat silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 jamaah itu berlangsung di Masjid Al Hidayah, Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (12/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Kementerian Agama Kota Bekasi H. Abdul Syakur, Camat Jatiasih H. Dian Herdiana, serta sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Miran Syamsyuri, KH Latif Kamil, KH Syafie Kamil, dan KH Rosmiyadin Halim.
Plt. Kepala Kemenag Kota Bekasi H. Abdul Syakur mengatakan, JSG menjadi wadah yang efektif untuk mempererat ukhuwah sekaligus mempertemukan masyarakat dengan para ulama dan pemerintah.
“Ini media silaturahmi yang sangat baik. Sehingga jamaah bisa saling bertemu dan bersilaturahmi,” ujar Abdul Syakur dikutip bekasiguide.com, Ahad 12 Juli 2026.
Ia mengenang JSG pernah mencapai masa kejayaan ketika ribuan jamaah dari Kota Bekasi mengikuti shalat subuh bersama di Gedung Sate, Bandung, dengan menggunakan puluhan bus. Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dalam skala besar.
“Suatu saat kita ingin shalat subuh bersama di Masjid Al Jabbar,” katanya.
Sementara itu, Camat Jatiasih Dian Herdiana mengapresiasi penyelenggaraan JSG yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara umat, ulama, dan unsur pemerintah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk menjaga kebersamaan dan kebaikan bagi Kota Bekasi.
Penceramah H. Almubarok menambahkan, shalat subuh gabungan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga media syiar Islam melalui berbagai kegiatan positif, seperti dzikir, silaturahmi, dan menuntut ilmu.
“Shalat subuh gabungan menjadi sarana syiar Islam yang menghadirkan banyak kebaikan, memperkuat persaudaraan, sekaligus menambah ilmu bagi umat,” tutup H. Almubarok.
