Berita

Haji; Jatidiri Seluruh Umat Manusia

HAJI merupakan ibadah khusus yang merupakan jatidiri dari kehidupan manusia. Bukan hanya jatidiri seorang muslim, tetapi semua orang. Ya, seluruh umat.

Banyak istilah yang khusus yang hanya ada dalam haji. Semisal manasik atau juga mabrur.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Almuhaddits KH Jamalullail Lc, menyampaikan hal itu saat acara Walimatu Safar Direktur Tahfidz Ust. Faishol Ilahy di Insan Mutaqien School di Setu, Bekasi, Sabtu (16/05/2026).

Haji merupakan puncak pelaksanaan rukun Islam. Dan isinya adalah esensi kehidupan manusia keseluruhan.

Disebutkan dalam QS. Al-Araf;172, dimana ada kisah ‘perjanjian’ seluruh umat manusia saat ada dalam alam ruh kepada Tuhannya. Ayat yang menyebutkan ada dialog ruh semua manusia kepada Allah. “Adakah Aku sebagai Tuhanmu?” Dan semua ruh, termasuk kita, dan kemudian mereka menjawab: ‘Balaa syahidna, betul Tuhan. Kami menyaksikannya.” Dan ini terjadinya di padang Arafah.

Haji ini bisa mengingatkan semua manusia, bahwa Allah kepada kita semuanya saat di alam ruh, sudah megakui jika Allah sebagai Tuhan kita. _(Ada hadits lain kemudian; bahwa orangtuanyalah yang kemudian menjadikan mereka Yahudi atau Nasrani)_.

Dalam Islam, jatidiri kita merupakan jatidiri yang baik. Saat lahir sudah dipastikan bayi itu dalam kondisi fitrah, suci.

Dan momen Haji saat di Arafah, merupakan karunia luar biasa sehingga bisa mengenang kembali perjanjian dengan Allah saat di alam ruh tersebut. Karunia yang sudah seharusnya bisa lebih memantabkan keimanannya.

Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji -yang hanya sekali, di akhir hayat beliau. Beliau wafat dalam waktu 3 bulan kemudian setelah beliau berhaji.

Dan memang, jatidiri semua manusia (secara umum) ada dalam haji. Hal yang pernah dikupas oleh DR, Ali Syariaty yang melihat haji dalam sisi filosofis.

Begitu dalam makna haji dalam semua sisi. Terkait makna filosofis tawaf, sai atau juga yang lainnya. Sehingga sudah seharusnya para jamaah haji memahami karunia ini untuk kemudian bisa mensyukurinya.

Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.

Exit mobile version