Warga terdampak insiden SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi hingga kini masih menunggu realisasi perbaikan rumah.
Pemerintah Kota Bekasi menyebut nilai kerusakan mencapai sekitar Rp7 miliar dan terus mendesak pihak perusahaan agar segera memenuhi komitmennya.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar rapat bersama SPBE, kementerian terkait, dan Pertamina untuk memastikan kejelasan realisasi bantuan bagi warga.
“Besok kita akan rapat lagi. Mereka sebelumnya sudah membuat komitmen, tapi sampai hari ini belum terealisasi. Kita akan minta kepastiannya,” ujar Harris dikutip Bekasiguide.com, Rabu 6 Mei 2026.
Menurutnya, tim dari pihak perusahaan telah melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak serta menghitung estimasi anggaran perbaikan. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp7 miliar. Namun, proses realisasi bantuan disebut masih terkendala pada pihak pemilik perusahaan yang merupakan entitas asing.
“Kendala memang di pemilik. Tapi tetap kita upayakan agar tanggung jawab itu dijalankan,” katanya.
Selain mendorong percepatan ganti rugi, Pemkot Bekasi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan SPBE dan SPBU di wilayahnya, khususnya terkait zonasi keamanan di tengah lingkungan padat penduduk.
Pemkot bahkan menginginkan agar SPBE yang menjadi sumber insiden tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut dan dialihkan ke tempat lain yang lebih aman.
Hingga saat ini, warga masih berharap adanya kepastian waktu realisasi perbaikan rumah, seiring upaya pemerintah daerah yang terus menekan pihak perusahaan agar segera menuntaskan kewajibannya.
