Peristiwa

Wali Kota Bekasi Terapkan “One Day English”, Dorong ASN Go Internasional

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mulai menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas kedinasan melalui program “One Day English” bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan ini menjadi bagian dari penerapan skema Work From Home (WFH), di mana seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan staf tetap siaga dan produktif dengan pelaporan rutin setiap hari.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Setiap pagi pimpinan memberikan arahan, evaluasi, serta target kerja harian. Lalu pada sore hari, seluruh staf wajib melaporkan hasil pekerjaannya melalui E-Kinerja,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com, Jumat 17 April 2026.

Menurutnya, penggunaan bahasa Inggris dalam instruksi kerja bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun kesiapan ASN menghadapi tantangan global.

“Sekarang kita coba perintahnya dalam bahasa Inggris, ‘One Day English’. Ini juga akan kita evaluasi,” katanya.

Tri menjelaskan, seluruh aktivitas tersebut direkam dan dilaporkan kepada Asisten Daerah (Asda) untuk dilakukan pengawasan dan penilaian. Bahkan, Pemkot Bekasi juga membuka peluang keterlibatan pihak universitas sebagai juri dalam evaluasi tersebut.

Langkah ini, lanjut Tri, merupakan bagian dari visi menjadikan Kota Bekasi sebagai kota berkelas internasional. Ia menyebut, saat ini sudah mulai terlihat ketertarikan investor asing, termasuk dari Tiongkok di sektor pengelolaan sampah.

“Ini menunjukkan Bekasi sudah mulai dilirik. Kita juga sudah kerja sama dengan beberapa kota di dunia seperti Izumisano dan Xiongnan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kerja sama internasional juga diharapkan mampu membuka peluang di berbagai sektor, mulai dari olahraga, pendidikan, hingga ketenagakerjaan.

Di sisi lain, Tri memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal meski sebagian ASN bekerja dengan sistem fleksibel.

“Hasil evaluasi kemarin, hampir tidak ada pelayanan yang tertinggal. Sampah tetap terangkut, layanan kesehatan, pendidikan, kependudukan, hingga pembayaran pajak tetap berjalan,” jelasnya.

Dengan sekitar 40 persen aparatur yang bertugas langsung, Pemkot Bekasi dinilai mampu menjaga kualitas layanan di tengah perubahan pola kerja.

Tri menegaskan, kondisi disrupsi saat ini menuntut adanya adaptasi dalam berbagai aspek, mulai dari pola kerja hingga sistem pengambilan keputusan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa terus beradaptasi dengan perkembangan yang ada,” tutupnya.

Penulis: Salma Editor: Bams
Peristiwa

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Penindakan akan terus kami tingkatkan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” tegasnya dikutip Bekasiguide.com, Selasa 14 April 2026.

Exit mobile version