Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan sekitar seribu tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan selama masa mudik dan perayaan Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan pengemudi transportasi hingga kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi dilakukan sebelum keberangkatan guna memastikan kondisi kesehatan mereka dalam keadaan baik. Pemeriksaan meliputi pengecekan kesehatan umum, tes penggunaan obat terlarang, serta pemeriksaan konsumsi alkohol.
“Alhamdulillah hari ini kita yakinkan para pengemudi yang berangkat dalam kondisi sehat. Jika ditemukan penyakit seperti diabetes atau hipertensi, semuanya sudah dalam kondisi terkontrol,” ujar Satia dikutip Bekasiguide.com, Senin 16 Maret 2026.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama 24 jam di sejumlah fasilitas kesehatan. Puskesmas yang memiliki layanan persalinan atau PONED tetap beroperasi penuh, sementara puskesmas lainnya menyiagakan petugas untuk mendampingi pelayanan di posko kesehatan.
Dua posko pelayanan kesehatan juga disiapkan untuk mendukung pelayanan selama arus mudik, yang beroperasi selama 24 jam.
Setelah perayaan Lebaran, Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga akan melakukan langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit, salah satunya dengan melakukan deteksi dini malaria bagi pendatang dari daerah endemis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kasus malaria dari daerah endemis seperti Nusa Tenggara dan Lampung tidak masuk ke Kota Bekasi.
Satya menambahkan, sekitar seribu tenaga kesehatan yang disiagakan terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta tenaga medis lainnya yang tersebar di empat rumah sakit daerah, puluhan puskesmas, serta posko pelayanan kesehatan.
