Metropolitan

Refleksi Setahun Kepemimpinan, Tri Adhianto Klaim Layanan Kesehatan dan Infrastruktur Diperkuat

Menjelang satu tahun masa kepemimpinannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merefleksikan sejumlah program prioritas yang telah berjalan, mulai dari pelayanan kesehatan universal (UHC), pendidikan, perbaikan infrastruktur, hingga penanganan banjir.

Ia mengapresiasi dukungan ASN dan masyarakat serta menyampaikan permohonan maaf jika masih ada kebijakan yang belum memuaskan warga.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Yang pertama tentu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Wali Kota dan jajaran ASN. Kami juga mohon maaf jika dalam prosesnya masih ada hal yang belum membahagiakan,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com, Rabu 18 Februari 2026.

Di sektor kesehatan, Pemkot Bekasi menegaskan komitmen mempertahankan UHC. Warga yang kepesertaan jaminan kesehatannya belum aktif tetap bisa berobat menggunakan KTP di fasilitas kesehatan. Pemerintah juga mendorong ekonomi tetap bergerak dan lapangan kerja terbuka.

“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Jika secara ekonomi tidak mampu atau masih dalam masa aktivasi, cukup menggunakan KTP untuk berobat di fasilitas kesehatan,” kata Tri.

Pada bidang pendidikan, peningkatan mutu guru dan pengawasan penggunaan dana BOS terus dioptimalkan, termasuk program sanitasi sekolah seperti penyediaan toilet bersih. Pemkot menekankan tidak boleh ada pungutan yang membebani siswa maupun orang tua.

“Sekolah maju harus melibatkan sekolah, guru, dan murid. Yang terpenting tidak boleh ada pungutan yang membebani orang tua maupun siswa,” jelasnya.

Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan bertahap dilakukan di sejumlah titik prioritas, sementara ruas berstatus nasional dan provinsi dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan daerah. Penanganan banjir juga difokuskan melalui pembangunan tanggul, normalisasi sungai, dan sumur resapan dengan koordinasi lintas wilayah.

“Kita siapkan pembangunan tanggul, pengerukan sungai, dan koordinasi lintas daerah karena aliran air tidak terintegrasi,” ujarnya.

Pemkot Bekasi juga menata ruang publik, taman kota, dan fasilitas olahraga seiring penunjukan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Selain itu, disiapkan sarana edukasi kebencanaan dan program sekolah lansia yang diikuti ribuan peserta.

“Lansia harus diberdayakan karena mereka sumber keteladanan bagi generasi muda,” kata Tri.

Ke depan, proyek strategis seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dipersiapkan sebagai solusi pengelolaan sampah. Terkait keluhan lambatnya pembangunan tanggul di Pondok Mitra Lestari, Tri menyebut proyek terkendala pembebasan lahan dan keterbatasan fiskal daerah sehingga membutuhkan dukungan pusat dan provinsi.

“Persoalan utamanya pembebasan lahan dan kewenangan. Kami terus koordinasi dengan pusat dan provinsi karena fiskal daerah terbatas,” tegasnya.

Penulis: Salma Editor: Bams
Exit mobile version