Persoalan banjir kembali menjadi sorotan dalam Reses I Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar Solidaritas, Dariyanto, di RW 019 Perumahan Margahayu Raya, Bekasi Timur. Warga meminta solusi konkret atas genangan yang kerap terjadi, termasuk penyelesaian infrastruktur jalan dan saluran air.
“Masalah banjir ini memang masih menjadi pokok permasalahan di sini. Kita mencari solusi supaya ada jalan keluar yang konkret,” ujar politisi senior Golkar Kota Bekasi tersebut kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Minggu 15 Februari 2026.
Dariyanto yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi menjelaskan, salah satu langkah yang diupayakan adalah pembangunan double drain di wilayah RW 14 sebagai jalur tambahan pembuangan air.
“Kita usahakan di tahun 2026, kalau bisa di perubahan. Karena ini mendesak. Dengan double drain, jalur dari RW 14 sampai RW 18 bisa terurai dan tidak menumpuk di satu titik,” jelasnya.
Ia menyebut, debit air yang besar juga dipengaruhi limpahan dari Rawalumbu sehingga aliran ke wilayah barat, termasuk RW 019 dan RW 020, kerap melambat. Meski begitu, kondisi banjir saat ini dinilai mulai membaik.
“Dari warga menyampaikan, surutnya cukup cepat dan tidak separah dulu sampai masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.
Namun ia mengingatkan dampak limpahan air ke wilayah lain seperti Arenjaya. Ia pun mendorong optimalisasi fungsi folder agar benar-benar berperan sebagai penampungan.
“Harapan kita, saat tidak hujan, folder itu dipompa dan dikuras. Jadi ketika hujan deras, kapasitasnya siap menampung dan tidak melimpah,” tegas Dariyanto.
Selain itu, warga juga menyinggung program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, aspirasi masyarakat berharap pengelolaan dapat melibatkan komite sekolah atau perwakilan orang tua agar kualitas tetap terjaga.
“Kita di daerah hanya bisa memberikan masukan. Harapan warga, pengelolaan melibatkan komite atau orang tua agar mutu dan gizinya lebih terjamin. Mudah-mudahan ini bisa didengar pemerintah pusat,” tutupnya.
