Kawasan kota mandiri Meikarta di Koridor Timur Jakarta terus menunjukkan perkembangan bertahap sepanjang 2025. Kawasan ini tidak hanya berkembang sebagai area hunian, tetapi juga tumbuh sebagai ekosistem urban yang aktif dengan aktivitas kawasan yang semakin stabil.
Sepanjang 2025, proses pembangunan dan serah terima unit apartemen Meikarta dilakukan secara konsisten dan terukur. Target serah terima unit pada tahun tersebut berhasil dipenuhi dengan tingkat realisasi yang signifikan. Pengembang Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama, menyerahkan unit sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan kepada konsumen.
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar, mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan komitmen pengembang dalam menyelesaikan pembangunan secara bertahap.
“Proses serah terima unit yang berjalan sesuai rencana sepanjang 2025 menjadi bukti komitmen kami dalam memberikan kepastian kepada konsumen dan investor,” ujar Indra dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Selasa 27 Januari 2026.
Hingga saat ini, lebih dari 3.600 unit apartemen telah dihuni, sementara lebih dari 16.500 unit telah diselesaikan. Kondisi ini menandai bahwa Meikarta telah memasuki fase kehidupan kawasan dengan aktivitas harian yang terus berjalan.
Bertambahnya jumlah penghuni juga menjaga denyut kawasan agar tetap hidup dan berkembang.
Indra menjelaskan, keberlanjutan serah terima unit tidak hanya berdampak pada aspek hunian, tetapi juga pada terbentuknya komunitas.
“Dengan semakin banyak unit yang dihuni, terbentuk kehidupan sosial yang lebih solid dan lingkungan kawasan yang semakin aktif,” katanya.
Seiring pertumbuhan jumlah penghuni, Meikarta juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kota mandiri, mulai dari fasilitas kesehatan, hiburan, perbankan, ritel, kuliner, hingga pendidikan.
Beragam tenant komersial telah beroperasi di dalam kawasan, didukung pula oleh fasilitas skala kota di sekitarnya seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, area rekreasi, serta stasiun pengisian bahan bakar.
Untuk mendukung mobilitas penghuni, kawasan ini juga dilayani transportasi publik berupa Shuttle Bus dan AO Transport yang menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain fasilitas hunian dan komersial, Central Park Meikarta seluas 105 hektare dengan danau seluas 25 hektare menjadi salah satu ruang publik yang aktif dimanfaatkan.
Area ini kerap digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari festival musik, pagelaran budaya, hingga aktivitas komunitas, yang turut menarik pengunjung dari luar kawasan.
Menurut Indra, perkembangan kawasan yang semakin hidup memberikan dampak langsung bagi kualitas hidup penghuni.
“Penghuni tidak hanya menerima unit hunian, tetapi juga merasakan pengalaman tinggal di kawasan yang sudah berfungsi dan memiliki ritme aktivitas perkotaan yang nyata,” ujarnya.
Dari sisi investor, konsistensi serah terima unit dinilai menjadi indikator penting keberlanjutan pengembangan kawasan. Meningkatnya tingkat hunian turut memperkuat fundamental Meikarta sebagai kota mandiri dan membuka potensi pertumbuhan nilai properti dalam jangka menengah hingga panjang.
Sementara bagi pelaku usaha, bertambahnya jumlah penghuni menciptakan pasar internal yang semakin besar dan stabil. Aktivitas kawasan yang terus berjalan membuka peluang usaha bagi sektor komersial, kuliner, hiburan, hingga layanan kebutuhan harian.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa pengembangan Meikarta akan terus dilanjutkan sesuai visi jangka panjang.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat Meikarta sebagai kota mandiri yang memberikan kenyamanan bagi penghuni, nilai berkelanjutan bagi investor, serta peluang usaha yang terus tumbuh bagi pelaku bisnis,” pungkasnya.
