Berita

Dari Pelatihan DKM Bekasi Selatan “Masjid Memakmurkan Jamaah”

Masjid harus bisa menjadi penopang umat. Hanya saja, fakta di lapangan masih menunjukkan sebagian besar masjid justru ditopang oleh umat.

“Hal ini perlu membalikkan fakta agar masjid bisa memakmurkan jamaah. Pengurus DKM harus berfikir radikal dan out of the box,” kata Ust. Ahmad Farikhin dikutip bekasiguide.com, Minggu 23 November 2025.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Satu pembicara dalam acara Pelatihan Masjid yang digelar oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bekasi Selatan di Masjid Al Ihsan, Jakasetia, Bekasi.

Farikhin menyebut banyak hal yang terkait demgan kemakmuran masjid. Sehingga juga banyak hal yang perlu diperhatikan. Seperti, terkait manajemen masjid yang baik.

Masalah manajemen Ini penting karena harus diketahui semua pengurus terkait visi misi misalnya. Manajemen yang efektif akan bisa mencapai tujuan. Termasuk juga bisa tepat guna dan hemat dalam sumber daya seperti waktu, tenaga, dan biaya.

“Masjid harus dikelola secara profesional, dan berdasar peraturan,” katanya,

Pengelolaan masjid juga harus dilakukan secara akuntabel dan transparan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat berdasarkan rencana kerja dan anggaran yang tepat guna.

Akuntabel adalah pengelolaan masjid harus dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat; Dan transparan adalah pengelolaan masjid harus dilakukan secara terbuka dan jujur melalui pemberian informasi kepada masyarakat, khususnya kepada jamaah yang menjadi sumber dana masjid.

Manfaat adalah pengelolaan masjid harus berorientasi memberikan manfaat atau maslahat bagi masyarakat khusus jamaah;

Di bagian lain, yang tak.kalah penting adalah terkait perencanaan. Pengurus DKM sudah wajib tahu dan memahami anggaran dasar dan anggaran rumah

tangga (ADART). Jika tidak tau maka bagaimana akan bisa memakmurkan jemaah sesuai ADART.

H. Nurul Akmal, ketua Baznas Kota Bekasi, nara sumber lain, mengatakan potensi kekuatan masjid salah satunya melalui zakat, infaq dan shadaqah. Penggalian potensi ini perlu dikemas dengan transparan.

 

Berita

“Kami melihat adanya kebutuhan yang terfragmentasi, di mana masyarakat harus berpindah-pindah tempat antara bekerja dan bersantai. Hal ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga memecah fokus dan merusak momentum produktivitas. Outbreak Signature hadir sebagai solusi dengan menghadirkan ruang yang memungkinkan transisi aktivitas secara seamless,” ujar Raja kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Jumat 10 April 2026.

Berita

“Kami memastikan warga negara asing yang terdampak situasi di kawasan Timur Tengah tetap dapat memperoleh layanan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui layanan ITKT ini, kami ingin memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan bagi mereka yang mengalami kendala perjalanan internasional,” ujar Anggi.

Berita

“Kami menyadari bahwa masyarakat yang beraktivitas di dekat jaringan listrik memiliki risiko potensi bahaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk memberikan sosialisasi dan edukasi akan potensi bahaya listrik. Dengan edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada dan mengetahui cara aman berinteraksi dengan jaringan listrik,” ungkap Firman dikutip bekasiguide.com, Senin 06 April 2026.

Exit mobile version