Berita

PKMS diskusi soroti LGBT di Bekasi “Kuatkan kualitas keluarga”

H Siswadi, pendiri PKMS.

Pusat Kajian Management Strategik (PKMS) menyoroti tingginya angka LGBT di Kota Bekasi. Hal ini harus disikapi dengan cepat dan benar oleh pemerintah daerah.

Demikian salah satu item diskusi internal yang digelar PKMS, akhir pekan lalu. Agenda diskusi menyangkut berbagai hal, khususnya yang ada di Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Ini menunjukkan pentingnya kembali memperkuat kualitas keluarga. Tidak bisa ditunda lagi,” kata H Siswadi, pendiri PKMS dikutip pada Senin, 06 Oktober 2025.

Menurutnya, kualitas pendidikan atau lingkungan keluarga menjadi tidak bisa ditawar. Pengaruh yang saat ini demikian bebas melalui media sosial tak bisa dibendung jika keluarga masa bodoh dengan anggota keluarga lainnya. Orangtua harus kembali care kepada anak-anak. Dan kepala keluarga juga harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Penanganan, katanya, memang harus secara bersama-sama. Dan juga harus lintas sektoral. Termasuk dalam pendidikan dan agama. “Karena ini (LGBT) itu penyakit dan harus segera disembuhkan,” kata DR. Abdul Khoir, Direktur PKMS.

Lembaga PKMS merupakan lembaga yang anggotanya terdiri dari berbagai kalangan, diantaranya dari akademisi, pengusaha, birokrat maupun jurnalis. PKMS pernah menjadi mitra Pemkot Bekasi saat awal pembentukan visi dan misi daerah di masa Walikota H Nonon Sonthanie.

Sementara, materi diskusi lain menyangkut masalah pelaksanaan dan prospek Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam peningkatan gizi masyarakat. Pelaksanaan dinilai memiliki tujuan yang sangat bagus, tetapi memiliki risiko yang beragam.

Materi lain terkait pelaksanaan birokrasi di pemerintah daerah. Kepemimpinan dari latar belakang politik seharusnya segera melebur dengan birokasi dalam merealisasikan kebijakan.

Di bidang sosial kebudayaan, PKMS menyoroti nilai-nilai patriotisme di Kota Bekasi yang dianggap mulai memudar. Padahal, Bekasi memiliki sejarah patriotik yang bahkan setingkat internasional. Nilai patriotik itu difahami terlalu sederhana, padahal memiliki kekuatan perjuangan yang bersifat luas.

“Sejarah Bekasi harusnya dikemas lebih bagus, lebih menarik dan bisa menggugah kalangan muda,” kata Ahmad Fauzy, satu anggota PKMS.

H. Toto Soebekty, mantan pejabat Pemkot Bekasi, melihat perlunya perbaikan manajemen dalam birokrasi pemerintahan daerah saat ini. Pemimpin di daerah diharapkan bisa meletakkan pegawai sebagai aset pemerintahan dan bukan sebagai alat.

Di bagian lain, Imam Trikarsohadi, anggota PKMS lainnya menyoroti oto kritik terkait posisi PKMS sebagai pemerhati daerah. “Harus lebih kuat, termasuk action nyata dalam membantu masyarakat,” katanya.

Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga sambungan listrik mandiri ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Ibu Rana beserta keluarga, sekaligus memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari di rumah,” ujar Firman dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Jumat 02 Oktober 2026.

Berita

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan PLN Mobile dalam memenuhi kebutuhan layanan kelistrikan, termasuk melakukan pembayaran tagihan Listrik di awal bulan secara tepat waktu. Dengan layanan digital, pelanggan tidak perlu repot datang ke kantor, karena berbagai kebutuhan kelistrikan dapat dilakukan dengan mudah melalui satu aplikasi,” ujar Firman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 01 Oktober 2026.

Berita

“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu. Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” kata Putu Kholis dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Kamis 01 Oktober 2026.

Berita

“Bagi kami, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas dan kehidupan sehari-hari. Melalui Light Up The Dream, kami ingin terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan membantu mereka mendapatkan akses listrik secara mandiri,” ujar Kurniawan dikutip bekasiguide.com pada Sabtu 26 September 2026.

Berita

“Program Rumah Sehat menjadi wujud perhatian dan penghargaan kami kepada keluarga pensiunan PLN yang telah menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdian perusahaan. Melalui dukungan renovasi ini, kami berharap Ibu Nia Rokania dan keluarga dapat memiliki tempat tinggal yang semakin layak, aman, dan nyaman. Semoga manfaat yang diberikan dapat benar-benar dirasakan serta mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan PLN,” ujar Firman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 25 September 2026.

Exit mobile version