Peristiwa

Polisi Gadungan Yang Peras Warga Rp 86 Juta Ditangkap

Polisi Gadungan Diringkus Penyidik Unit Reskrim Polsek Tambun

Unit Reskrim Polsek Tambun Selatan meringkus pria bernama Widadi (59) yang mengaku sebagai polisi untuk memeras warga dengan dalih untuk penyelesaian kasus.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa mengatakan pelaku menyamar sebagai Anggota Polri Polda Metro Jaya dengan pangkat AKP jabatan Kanit 1 Reskrim Polda Metro Jaya. Selain itu ia juga mengenakan ID Card dengan tercantum NRP 66020787.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Menipu sebagai anggota Polri Sejak tahun 2013, karena laporan awal dari pihak mengaku korban di tahun 2013, tapi Widadi mengaku dia polisi sejak tahun 2005,” kata Mustofa dikutip Bekasiguide.com, Senin 15 September 2025.

Dalam aksinya, pelaku Widadi (59) telah menipu tiga orang warga dengan modus untuk meloloskan korban mendaftar tes CPNS dan penyelesaian kasus. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp. 86 Juta.

“Sementara ada tiga Laporan Polisi (LP) yang kami terima berkaitan dengan perbuatan Widadi, yaitu LP 13 Juli tahun 2024 di Polres Bekasi, 13 September 2025 di Polsek Tambun, dan LP 14 September 2025 itu di Polsek Tambun, kerugian mencapai Rp 86 juta,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun.

 

Peristiwa

“Berdasarkan dugaan sementara, truk mengalami rem blong sehingga oleng ke kiri dan menabrak kerumunan orang yang berada di depan tembok bangunan di sisi jalan. Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Joko dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 November 2026.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Exit mobile version