Berita

Imigrasi Bekasi Amankan 7 WNA Yang Jadi Investor Fiktif

Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Bekasi menangkap 7 warga negara asing yang berasal dari negara Bangladesh, Nepal, Yaman dan India. Mereka ditangkap karena menyalahgunakan Izin Tinggal Terbatas (KITAS) sebagai investor.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat, Filianto Akbar mengatakan pengamanan ini didasari adanya keluhan masyarakat yang resah mengenai kegiatan dan keberadaan warga negara asing di lingkungan mereka.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Pada pelaksanaanya, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Apartemen Center Poin, ada orang asing yang mencurigakan, akhirnya kita melakukan pengecekan dan pengawasan, ternyata mereka melakukan tindak pidana penyalahgunaan keimigrasian,” kata Filianto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 29 Agustus 2025.

Ketujuh WNA ini ditangkap karena terindikasi investasi fiktif. Mereka diduga memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh petugas imigrasi jika mereka menjadi investor di Indonesia.

“Mereka terindikasi investasi fiktif, mereka mempunyai perizinan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dengan menginvestasikan di atas 10 milyar untuk mendapatkan izin keimigrasian,” jelasnya.

Modusnya, setelah berhasil mendapatkan izin tinggal sebagai investor, para WNA ini akan mengajukan berbagai vida dari negara lain seperti Eropa dan Amerika.

“Mereka modusnya macam macam, dengan kebonafitan mereka menjadi investor di Indonesia, mereka bisa mengajukan Visa di negara lain. Seperti Amerika dan Eropa. Itu salah satu modus operandi mereka,” ungkapnya.

Ketujuh WNA ini melanggar Pasal 122 tentang Penyalahgunaan Izin Tinggal dan Pasal 123 terkait dengan pemberian data palsu Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 dengan ancaman hukuman ditahan selama 5 tahun.

 

 

Berita

“Kita ingin bagaimana nanti LASQI masuk ke sekolah-sekolah. Memberikan edukasi tentang seni budaya Islam melalui qasidah dan marawis, agar anak-anak sekolah bisa seni qasidah. Saya yakin anak-anak kita itu punya talenta yang bagus. Ya, mungkin dari SMP, SMA, dan sederajatnya nanti,” kata Gus Shol kepada awak media, Sabtu 25 April 2026.

Berita

“Mulai dari pergantian seprai, handuk, hingga penyediaan amenities sudah kami siapkan. Kami siap menerima kedatangan jemaah pertama besok pukul 07.10 WIB, dengan keberangkatan sekitar pukul 14.10 WIB,” ujar Kania dikutip Bekasiguide.com, Senin 20 April 2026.

Berita

“Kami percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak besar bagi sesama. Melalui Jumat Berbagi Saling Menguatkan, kami ingin menyapa masyarakat secara langsung dan memberikan dukungan nyata. Semoga aksi ini terus menjadi energi positif bagi kita semua,” ungkap Firman, Jumat 17 April 2026.

Berita

“Kami berupaya menjadikan cahaya listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik. Energi listrik adalah salah satu sumber kehidupan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi keluarga penerima manfaat,” ujar Firman lewat keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 17 April 2026.

Exit mobile version