Peristiwa

Motif Perampok dan Penyekap Wanita di Tarumajaya : Anak Lapar Butuh Uang

NM (50), salah satu pelaku perampokan dan penyekapan wanita di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi membuat pengakuan di depan polisi.

Dalam aksinya, pelaku NM dan SH menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban. Selain itu, leher korban juga ditodongkan pisau oleh para pelaku.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

NM mengaku bahwa ia terpaksa melakukan perampokan karena butuh uang. Pelaku yang mulanya bekerja sebagai sopir tak kunjung mendapatkan panggilan kerja.

“Anak saya laper, ya gimana saya ga narik-narik,” kata NM dikutip Bekasiguide.com, Jumat 1 Agustus 2025.

NM menyatakan, ia sempat bekerja dengan suami korban, namun gajinya tak kunjung dibayar sehingga dia akhirnya berpikir untuk merampok rumahnya demi mendapatkan uang.

“Iya kan waktu itu saya narik sama dia (suami korban), nganter bolak-balik, saya ga digaji ndan, kan saya jengkel, anak saya laper ini pengen makan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa mengungkapkan NM merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan pernah menjalani hukuman di Lapas Cirebon Jawa Barat pada tahun 2019 lalu.

“Jadi NM ini juga merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan. Jadi pernah ditangkap pada kejadian TKP di Pondok Kopi, Jakarta Timur pada tahun 2011 dan TKP Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2019,” ungkap Kapolres.

 

Peristiwa

“Berdasarkan dugaan sementara, truk mengalami rem blong sehingga oleng ke kiri dan menabrak kerumunan orang yang berada di depan tembok bangunan di sisi jalan. Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Joko dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 November 2026.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Exit mobile version