Berita

Gula Darah Naik, Dua Jemaah Haji di Asrama Haji Bekasi Ditunda Berangkat ke Tanah Suci

Jamaah Haji di Asrama Haji Bekasi

Sebanyak dua calon jemaah Haji (CJH) di Asrama Haji Bekasi tertunda keberangkatannya menuju Tanah Suci. Penyebabnya karena alasan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan, PPIH Emberkasi Bekasi, dr. Sedya Dwisangka menyatakan ada dua jemaah haji yang sudah berusia lanjut itu menderita penyakit gula darah atau Diabetes yang dinilai tidak terkontrol. Sehingga, petugas memutuskan menunda keberangkatannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sampai saat ini ada baru dua yah, dua kasus yang batal berangkat itu karena gula darah yang tidak terkontrol tapi usianya sangat tinggi,” kata Sedya.

Sedya menyatakan, petugas memutuskan untuk memulangkan dua jemaah haji itu terlebih dahulu sampai kondisinya bisa lebih stabil.

“Sekarang di pulangkan, di kabupaten karawang, sama kabupaten bekasi. Nah ini kita harapkan di akhir akhir kloter dia akan kita cek lagi kalau masih bisa berangkat, kita berangkatkan,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Berita

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk para pimpinan, pembina, donatur, mitra, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah mempercayakan amanah kemanusiaan kepada Qudwah Indonesia. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga integritas, transparansi, dan dampak nyata dari setiap program yang dijalankan,” ujar Erwan Zaenal dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 29 Januari 2026.

Berita

“Kami memastikan petugas tetap bersiaga untuk memantau kondisi jaringan listrik di wilayah terdampak banjir. Di saat yang sama, kami juga menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” ujar Wiedhyarno dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Selasa 27 Januari 2026.

Berita

“Kami memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. Namun, dalam situasi darurat seperti ini, aspek keselamatan harus diutamakan. Oleh karena itu, PLN melakukan pemadaman listrik di area terdampak banjir hingga kondisi dinyatakan aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terus bekerja keras agar proses pemulihan dapat dilakukan dengan cepat setelah air surut,” ujar Firman dalan keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Kamis, 22 Januari 2025 malam.

Exit mobile version