Metropolitan

Buntut Pembongkaran Bangli, Kades Srijaya Kritik Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah mengkritik gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buntut adanya pembongkaran ratusam bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, ia menilai bahwa Dedi terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan dan tidak melakukan sosialisasi melibatkan unsur pemerintahan dari Desa setempat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Ya terkait kegiatan hari ini, saya tuh merasa kaget karena seharusnya ini dijalankan sesuai dengan SOP, teguran pertama, kedua, ketiga, sosialisasi dulu, jangan seperti ini,” kata Canih.

Menurut Canih, Dedi terlihat seperti pemimpin yang otoriter karena semena-mena dalam mengambil keputusan tanpa menjalankan prosedur terlebih dulu.

“Pak Gubernur itu menjalankan pemerintahnnya seperti otoriter, mentang-mentang dia guberur tidak melihat keadaan, paling tidak dia berbuat dulu sesuai SOP, SOP jalankan, teguran pertama, kedua, dan ketiga, sosialisasi kepada masyarakat, itu dijalankan dulu,” jelasnya.

 

Metropolitan

“Melalui Operasi Patuh Jaya 2026 ini, kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. Kami berharap melalui operasi ini, angka pelanggaran dan risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bekasi dapat ditekan,” ujar Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 29 Oktober 2026.

Metropolitan

“Disdukcapil Kota Bekasi menjadi satu-satunya OPD yang berhasil menempatkan dua ASN sebagai finalis lima besar di dua kategori berbeda. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan karakter dan kualitas SDM yang kami lakukan mampu melahirkan aparatur yang layak mendapatkan apresiasi,” ujar Taufiq dikutip bekasiguide.com, Rabu 28 Oktober 2026.

Exit mobile version