Metropolitan

Buntut Pembongkaran Bangli, Kades Srijaya Kritik Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah mengkritik gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buntut adanya pembongkaran ratusam bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, ia menilai bahwa Dedi terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan dan tidak melakukan sosialisasi melibatkan unsur pemerintahan dari Desa setempat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Ya terkait kegiatan hari ini, saya tuh merasa kaget karena seharusnya ini dijalankan sesuai dengan SOP, teguran pertama, kedua, ketiga, sosialisasi dulu, jangan seperti ini,” kata Canih.

Menurut Canih, Dedi terlihat seperti pemimpin yang otoriter karena semena-mena dalam mengambil keputusan tanpa menjalankan prosedur terlebih dulu.

“Pak Gubernur itu menjalankan pemerintahnnya seperti otoriter, mentang-mentang dia guberur tidak melihat keadaan, paling tidak dia berbuat dulu sesuai SOP, SOP jalankan, teguran pertama, kedua, dan ketiga, sosialisasi kepada masyarakat, itu dijalankan dulu,” jelasnya.

 

Metropolitan

“Hari ini adalah tindak lanjut bahwa memang Kota Bekasi melalui BUMD kami PT Mitra Patriot (PTMP), untuk mengurus tentang pekabelan yang ada, terutama kabel-kabel optik yang jumlahnya begitu banyak. Kalau tidak salah, itu ada satu ruas jalan hampir 17 sampai 40 kabel,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Selasa Selasa 29 September 2026.

Exit mobile version