Berita

1.999 Pengendara Kena Tegur Petugas Saat Operasi Zebra Jaya 2024

Petugas Kepolisian tengah melakukan Operasi Zebra Jaya di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan

Satlantas Polres Metro Bekasi Kota mencatat ada 1.999 pengendara yang diberikan teguran di wilayah hukumnya pada pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2024 selama 14 hari.

” Jumlah penindakan pelanggaran pada Ops Zebra jaya sebanyak 1.999 pelanggar,” kata Kasubid Binops Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Devi Sumardiono.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Devi melanjutkan, terdapat sebanyak 1.887 pengendara motor dan 112 pengemudi mobil yang diberikan teguran oleh petugas kepolisian.

” Jenis Penindakan melaksanakan dengan peneguran,pencegahan secara humanis,” jelasnya.

Devi berharap, dengan adanya teguran pengguna jalan dapat menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

” Harapan kami kepada masyarakat setelah pelaksanaan Operasi Zebra ini agar selalu tertib dalam berlalu lintas dijalan taati segala peraturan dan rambu-rambu lalulintas dijalan agar terhindar dari kecelakaan karena keselamatan menjadi nomer yang paling utama buat semua masyarakat,” tutupnya.

Berita

“Kami melihat adanya kebutuhan yang terfragmentasi, di mana masyarakat harus berpindah-pindah tempat antara bekerja dan bersantai. Hal ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga memecah fokus dan merusak momentum produktivitas. Outbreak Signature hadir sebagai solusi dengan menghadirkan ruang yang memungkinkan transisi aktivitas secara seamless,” ujar Raja kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Jumat 10 April 2026.

Berita

“Kami memastikan warga negara asing yang terdampak situasi di kawasan Timur Tengah tetap dapat memperoleh layanan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui layanan ITKT ini, kami ingin memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan bagi mereka yang mengalami kendala perjalanan internasional,” ujar Anggi.

Berita

“Kami menyadari bahwa masyarakat yang beraktivitas di dekat jaringan listrik memiliki risiko potensi bahaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk memberikan sosialisasi dan edukasi akan potensi bahaya listrik. Dengan edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada dan mengetahui cara aman berinteraksi dengan jaringan listrik,” ungkap Firman dikutip bekasiguide.com, Senin 06 April 2026.

Exit mobile version