Peristiwa

Polisi Periksa Empat Saksi Kecelakaan Adu Banteng di Tarumajaya

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas antar sepeda motor tabrakan. (Image : Istimewa)

Polisi memeriksa empat saksi mata atas peristiwa kecelakaan lalu lintas di Fly over Tanah Baru, Desa Pantai Makmur, Tarumajaya. Kecelakaan itu terjadi pada Selasa, 13 Agustus 2024 sekira pukul 07.45 WIB saat kepadatan lalu lintas dipagi hari.

“Ada empat saksi yang sudah kita mintai keterangan,” kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Akhmadi di Cikarang Utara, Rabu, 14 Agustus 2024.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Pihaknya belum menetapkan tersangka atas kecelakaan adu banteng yang menyebabkan Irwansyah warga Tarumajaya meninggal dunia.

“Nanti kita lidik dahulu karna masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.

Kecelakaan itu melibatkan tiga sepeda motor dan satu minibus. Dan mengakibatkan dua pengendara sepexa motor lainnya mengalami luka-luka. Saat ini dua korban lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.

“Kondisi korban ada di rumah sakit koja. Yang satu tangannya patah dan yang satunya lagi luka di kepala,” ucap Akhmadi.

Ia menghimbau, agar seluruh warga Bekasi untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara dengan menghindari jam-jam padat lalu lintas dengan berangkat kerja lebih awal.

“Kalau berangkat kerja pagi bisa berangkat lebih awal sehingga tidak terburu buru untuk sampai ditempat pekerjaan,” tegasnya.

Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di Fly Over Tanah Baru Tarumajaya. Kecelakaan itu dipicu oleh sepeda motor yang dikemudikan Sindi Fitriah yang bersenggolan dengan sepeda motor Sulaeman sehingga membuat adu banteng terjadi antara sepeda motor yang dikendarai Irwansyah. Peristiwa itu viral di media sosial dan kini tengah dalam penyelidikan unit kecelakaan lalu lintas Polres Metro Bekasi.

“Untuk pengendara mobil sendiri sekarang lagi dimintai keterangan. Korban meninggal dunia satu orang yang ingin berangkat kerja,” tandas Akhmadi.

Peristiwa

“Dua tersangka telah diamankan dalam kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut. Saat ini keduanya masih menjalani proses penyidikan di Polsek Cabangbungin. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan perselisihan dengan tindakan kekerasan dan menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian,” ujar Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Rabu 12 Agustus 2026. 

Peristiwa

“Jadi ini kan bagian dari kita kerja sama dengan Wangneng. Wangneng punya perusahaan yang bekerja sama di Indonesia. Nah, perusahaan di Indonesia inilah yang kemudian menginisiasi, memberikan sumbangan agar sampah-sampah yang ada di gang-gang kecil, di perumahan padat itu bisa kemudian diangkut juga,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Senin 10 Agustus 2026. 

Exit mobile version